Habis Vaksin Covid-19 Tak Ada Efek Samping, Apakah Antibodi Tak Bekerja?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 22 September 2021 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 612 2475205 habis-vaksin-covid-19-tak-ada-efek-samping-apakah-antibodi-tak-bekerja-K8wtkQGKb0.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

EFEK samping pada vaksin Covid-19 memang hal yang wajar dirasakan seseorang. Efek samping ini membuktikan bahwa imunitas tubuh kita bekerja dengan baik. Namun demikian, jika efek samping terus berlanjut maka disarankan pergi ke dokter.

Tapi, bagaimana jika usai disuntik tidak merasa efek samping apa-apa? Apakah artinya kekebalan tubuh kita tidak beraksi dengan vaksin? Atau jangan-jangan vaksinnya yang tidak sesuai harapan.

Laporan yang diterbitkan Medical News Today mengungkapkan bahwa para peneliti di Johns Hopkins Medicine coba menjawab keresahan tersebut dan mengatakan bahwa itu bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

"Peneliti Johns Hopkins menegaskan bahwa vaksin Covid-19 Pfizer dan Moderna sangat efektif dalam menghasilkan respons antibodi yang kuat, terlepas apakah seseorang setelah menerimanya mengalami gejala atau tidak," terang laporan tersebut, dilansir MNC Portal, Rabu (22/9/2021).

Penulis studi, dr Aaron Milstone, seorang ahli epidemiologi rumah sakit asosiasi di RS Johns Hopkins menjelaskan, tidak diketahui apakah kurangnya gejala setelah divaksin atau terinfeksi Covid-19 secara alamiah akan menunjukan tingkat antibodi.

"Mereka yang sudah divaksin atau terinfeksi secara alamiah, tapi tidak menunjukkan gejala, tidak bisa dikatakan memiliki antibodi yang kurang memadai," tegasnya.

Dokter Milstone menambahkan, tidak ada koneksi yang pasti antara munculnya gejala pasca-vaksinasi dengan keluarnya efek samping yang dialami.

Ya, dalam studi yang diterbitkan di jurnal JAMA Internal Medicine Trusted Source itu tersebut diketahui 99,9 persen dari semua peserta berhasil mengembangkan antibodi yang dirancang dalam vaksin Pfizer dan Moderna. Artinya, mau ada efek samping atau tidak, antibodi dari vaksin tetap terbentuk dalam tubuh.

Hal senada disampaikan juga William Schaffner, MD, seorang profesor penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center di Nashville, Amerika Serikat, bahwa baik ada atau tidak efek samping pasca-vaksinasi Covid-19, kekebalan tetap terdeteksi. "Tidak ada korelasi langsung antara efek samping dengan perlindungan yang terbentuk dari vaksinasi Covid-19," kata Prof Schaffner.

Data dari uji coba vaksin mRNA dua dosis pun menunjukkan bahwa kekebalan terbentuk pada 90% subjek penelitian. Pada 10% lainnya, mungkin mereka memiliki perlindungan parsial atau tidak sama sekali.

"Pada mereka yang tidak muncul, faktor terbesarnya adalah karena sistem kekebalan terganggu yang kemudian membuat vaksin tidak membangun kekebalan lengkap di tubuh," ungkapnya.

"Beberapa obat seperti imunosupresan dan beberapa obat lainnya yang digunakan dalam perawatan kanker juga diketahui dapat berdampak negatif pada efektivitas vaksin Covid-19," tambah Prof Schaffner.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini