Ini 4 Daerah yang Catatkan Kasus Kematian Covid-19 Tertinggi

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 23 September 2021 00:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 612 2475470 ini-4-daerah-yang-catatkan-kasus-kematian-covid-19-tertinggi-jMGQO9TZCe.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KABAR gembira disampaikan oleh Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi. Menurutnya, telah terjadi penurunan kasus positif Covid-19 sampai 40 persen yang juga diikuti oleh penurunan angka jumlah kasus kematian secara nasional.

“Secara nasional, terjadi penurunan kasus sebesar 40 persen, dan jika dibandingkan pada minggu sebelumnya, jumlah angka kasus kematian turun sampai 48 persen,” ujar dr. Siti Nadia saat siaran langsung PPKM di akun chanel Youtube Sekretariat Presiden,.

Indikator lainnya juga menunjukkan hasil yang baik, seperti positivity rate nasional yang jauh melebihi standar WHO karena berhasil di bawah angka 5 persen dan tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit, baik perawatan atau ICU di semua Provinsi menunjukkan angka tak ada di bawah 80 persen.

“Testing rate nasional Indonesia sudah 4,22 orang per 1.000 penduduk, lalu positivity rate nasional kurang dari 5 persen sesuai standar dari WHO. Saat ini kita di posisi 1,9 persen, seluruh Provinsi sudah mencapai target yakni kurang dari 5 persen,” tambah dr. Siti Nadia

Namun, di saat yang bersamaan, dr. Siti Nadia mengingatkan masyarakat Indonesia untuk jangan sampai terlena. Sebab, meski dalam perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia tren baik terus terjadi sejak awal September 2021. Masih banyak pekerjaan rumah yang menjadi catatan penting.

Mulai dari angka insidensi dan kematian tinggi di beberapa Provinsi, hingga tantangan terbesar untuk mempertahankan tren baik seperti sekarang.

“Angka insidensi dan kematian yang relatif tinggi seperti di Kalimantan Utara dan Bangka Belitung, Kalimantan Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Usaha terbesar, bagaimana kita mempertahakannya. Mobilitas masyarakat sudah meningkat jauh. Maka dari itu, protokol kesehatan, vaksinasi, testing dan tracing harus terus ditingkatkan,” pungkasnya.

Mengutip data dari John Hopkins, update terakhir per tanggal 12 September, menyatakan bahwa penanganan Covid-19 di Indonesia diapresiasi sebagai salah satu yang terbaik di dunia.

Menurut dr. Siti Nadia, karena Indonesia mampu bergerak cepat hingga bisa menurunkan angka kasus positif sampai lebih dari 50 persen. Bahkan angka kasus minus 58 persen dalam kurun waktu 2 minggu.

Sebagai informasi, per Senin 13 September, tercatat temuan angka kasus konfirmasi harian terendah sejak masa lonjakan kasus di Mei 2021 yakni 2557 orang. Angka konfirmasi kasus harian pun mengalami penurunan drastis dibanding periode kenaikan kasus sebelumnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini