Mana Antibodi Lebih Kuat, Infeksi Virus Langsung atau Vaksin Covid-19?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 23 September 2021 12:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 23 481 2475671 mana-antibodi-lebih-kuat-infeksi-virus-langsung-atau-vaksin-covid-19-78jaykG4r3.jpg Ilustrasi (Foto : News Medical)

ANTIBODI melawan Covid-19 bisa dimiliki melalui dua cara, infeksi virus langsung (secara alamiah) atau vaksinasi. Semua pihak setuju bahwa vaksinasi adalah jalan terbaik karena minim gejala dan risiko kematian sangat kecil, dibanding harus terinfeksi langsung.

Artinya, daripada Anda harus terpapar langsung virus SARS-CoV2 penyebab Covid-19, ada baiknya tubuh Anda memiliki antibodi dengan vaksinasi. Itu kenapa pemerintah menggencarkan pemberian vaksin Covid-19, karena ingin memberi perlindungan dan rasa aman bagi rakyatnya.

Namun, beberapa dari Anda mungkin penasaran dari kedua metode mendapatkan antibodi melawan Covid-19, mana yang kadar antibodinya lebih tinggi, apakah infeksi alami atau vaksinasi?

vaksinasi covid-19

Menurut laporan Fox 10 News, beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa kekebalan yang diberikan infeksi langsung lebih unggul daripada perlindungan yang ditawarkan vaksin. Studi ini terbitkan bulan lalu.

Pada studi tersebut, peneliti membandingkan ribuan orang Israel yang telah terinfeksi dengan yang divaksinasi, dengan waktu pengamatan dari Januari hingga Februari 2021.

Baca Juga : Duh, Dokter Reisa Sebut Lansia yang Divaksin Baru Capai 30%

Hasil diketahui bahwa kelompok yang divaksin tetap memiliki risiko infeksi varian Delta 13 kali lipat lebih tinggi dibandingkan kelompok yang terinfeksi secara langsung.

Meski begitu, mereka yang sudah pernah terinfeksi tetap disarankan untuk divaksinasi. Sebab, risiko infeksi masih tetap terjadi pada kelompok yang pernah terinfeksi.

"Sangat berisiko hanya mengandalkan kekebalan yang terbentuk karena infeksi langsung, terlebih jika si pasien tidak memiliki gejala yang berarti. Bahkan, jika Anda bergejala parah itu pun bukan jaminan," kata Alabama State Health Officer dr Scott Harris.

Alabama sendiri memiliki kasus infeksi berulang yang cukup banyak. Pada beberapa kasus, infeksi berulang bahkan terjadi 3 kali bahkan lebih. "Meski angka kematian pada kelompok ini sangat kecil," katanya.

Harris menekankan bahwa tidak ada bahaya yang harus dikhawatirkan untuk mereka yang sudah pernah terinfeksi mau divaksin Covid-19. Malah, proteksi yang didapat akan lebih baik lagi.

Vaksin Covid-19

Banyak studi yang sudah dilakukan mengungkapkan bahwa mereka yang tidak bisa bertahan melawan Covid-19 adalah orang yang belum divaksin. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mencatat, 2,3 kali lipat kemungkinannya pada mereka yang belum divaksin untuk tertular Covid-19.

"Jika Anda sudah pernah terinfeksi secara alami, maka kesempatan terbaik yang Anda miliki untuk melindungi diri sendiri adalah dengan divaksinasi," kata Harris.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini