Pindah dari Rokok ke Tembakau Alternatif Terbukti Ampuh Hentikan Perokok

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Kamis 23 September 2021 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 23 481 2475747 pindah-dari-rokok-ke-tembakau-alternatif-terbukti-ampuh-hentikan-perokok-igdFWYTxyD.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BANYAK orang sering salah kaprah menilai bahwa produk tembakau alternatif sama bahayanya dengan rokok. Yuk cek faktanya lebih lanjut!

Bicara tentang rokok, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menyebutkan bahwa merokok berpotensi meningkatkan risiko penyakit tidak menular. Seperti jantung koroner dan stroke sebanyak 2 sampai 4 kali.

Perokok pria juga berpotensi terkena kanker paru-paru sebanyak 25 kali.. sedangkan perokok perempuan sebesar 25,7 kali.

 rokok

Baca Juga: 3 Teknik Relaksasi untuk Hilangkan Cemas Akibat Pandemi Covid-19   

Merokok juga dapat memicu kanker seperti kandung kemih, darah, serviks, tenggorokan, hati, pankreas, perut, ginjal, dan ureter.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga mencatat bahwa rokok menyebabkan lebih dari 8 juta kematian setiap tahun. 7 juta di antaranya merupakan perokok aktif, sementara 1,2 juta orang lainnya adalah perokok pasif.

“Tidak diragukan lagi, berhenti merokok. Jika berhenti merokok, Anda secara dramatis menurunkan risiko,” kata Kurtis A. Campbell, MD, ahli onkologi bedah bersertifikat di Mercy Medical Center di Baltimore seperti dikutip dari Yahoo Life, Rabu (22/9).

Berdasarkan data National Cancer Institute Amerika Serikat, TAR yang merupakan hasil dari pembakaran rokok, mengandung berbagai senyawa karsinogenik yang dapat memicu kanker. Dari 7.000 bahan kimia yang terkandung dalam asap rokok, 2.000 di antaranya terdapat pada TAR.

Kemudian sederet peneliti dunia juga telah melakukan studi tentang produk tembakau alternatif. Yakni pada rokok elektrik, maupun snus.

Layanan Kesehatan Nasional Inggris mengklaim produk tembakau alternatif lebih aman karena tidak membakar tembakau. Pada akhirnya tidak menghasilkan TAR maupun karbon monoksida, dua elemen yang paling berbahaya dari asap rokok.

Lalu hasil penelitian tersebut juga membuktikan bahwa produk tembakau alternatif berbeda dengan rokok. Produk ini tidak menghasilkan TAR dan asap berbahaya sama seperti rokok.

Public Health England, lembaga eksekutif Departemen Kesehatan Inggris, dalam Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products 2018 menyebutan bahwa produk tembakau alternatif memiliki risiko yang lebih rendah hingga 95% daripada rokok.

“Keyakinan yang salah bahwa produk tembakau alternatif sama berbahayanya dengan merokok dapat mencegah ribuan perokok beralih ke produk ini untuk membantu mereka berhenti,” kata Profesor Lion Shahab dari Universitas College London, seperti dikutip dari The Guardian.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini