Mengenal Pendarahan Otak, Penyebab Tukul Arwana Mendadak Dilarikan ke RS

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Kamis 23 September 2021 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 23 481 2475756 mengenal-pendarahan-otak-penyebab-tukul-arwana-mendadak-dilarikan-ke-rs-78hcJl3gtG.jpg Tukul Arwana (Instagram/@tukul.arwanaofficial)

KABAR mengejutkan datang dari Tukul Arwana. Komedian dan presenter kondang tersebut dilarikan ke rumah sakit, dikabarkan karena pendarahan otak.

"Kelihatannya sempat pusing-pusing. Terus ya sudah, bawa ke dokter gitu," ujar penjaga rumah Tukul, Jaka, dikutip dari channel YouTube MOP Channel, Kamis (22/9/2021).

Tukul Arwana

Pendarahan otak adalah jenis stroke yang disebabkan oleh pembuluh darah arteri yang pecah di otak. Akibatnya, jaringan otot dipenuhi darah yang dapat membunuh sel-sel di otak. Melansir dari The Sun, kondisi tersebut menyebabkan 13% kasus penyakit stroke.

Baca Juga : Kronologi Tukul Arwana Dilarikan ke Rumah Sakit Akibat Pendarahan Otak

Ketika darah mengiritasi jaringan otak, maka akan terjadi pembengkakan dan darah yang terkumpul akan semakin menggumpal. Kondisi tersebut meningkatkan tekanan pada jaringan otak di dekatnya, yang mengurangi aliran darah penting dan membunuh sel otak.

Gejala pendarahan otak meliputi sakit kepala tiba-tiba, melemahnya fungsi tangan atau kaki, kesemutan atau mati rasa, dan kesulitan berbicara, menelan, menulis, serta berbicara. Namun, pendarahan otak masih dapat diobati dengan tindakan yang tepat.

Dokter perlu menentukan bagian mana dari otak yang terkena dampak pendarahan sesuai dengan gejala yang dialami pasien. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan melakukan CT scan yang dapat mengungkap akumulasi penggumpalan darah atau dengan mesin pemindai beresonansi (MRI).

Pemeriksaan syaraf (neurologi) atau mata juga penting dilakukan untuk mengungkap adanya pembengkakan optik atau tidak. Tindakan medis yang diambil dokter sepenuhnya bergantung pada lokasi, penyebab, dan seberapa luas area pendarahan di otak. Dokter biasanya akan memberi antikonvulsan untuk mengurangi kejang-kejang.

Efek fatal dari pendarahan otak adalah kematian. Setengah dari pasien yang menderita pendarahan otak meninggal dunia di mana fase kritis adalah dua hari setelah mengalami penyakit tersebut. Sementara itu, mereka yang berhasil bertahan hidup akan mengalami pemulihan yang cukup lama. Hanya 12% dari pasien yang berhasil bertahan dapat pulih sempurna dalam waktu 30 hari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini