CDC: Varian R.1 Bisa Lebih Menular!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 24 September 2021 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 24 612 2476228 cdc-varian-r-1-bisa-lebih-menular-Aq4JPauovD.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MUTASI virus Covid-19 kembali terjadi, kali ini di Amerika Serikat (AS). Varian ini pun dinamakan R.1 dan menyerang lansia yang berada di panti jompo di kawasan Kentucky.

Menurut laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), mutasi yang terjadi adalah 'D614G' yang menunjukan bukti bahwa dapat meningkatkan penularan virus.

"Artinya, varian R.1 bisa lebih menular daripada jenis varian Covid-19 sebelum-sebelumnya," terang CDC, dikutip dari Prevention, Jumat (24/9/2021).

Meski begitu, CDC belum mengidentifikasi varian R.1 sebagai varian of interest (VoI) atau variant of concern (VoC). CDC melaporkan bahwa mutasi lain dari varian R.1 telah terlihat pada varian yang sudah masuk ke kategori VoC. Menurut peneliti, varian R.1 ini dikhawatirkan akan menghambat terapi Covid-19 dan mungkin dapat kebal vaksin.

Beberapa laporan mengatakan bahwa varian R.1 ini sudah menyebar di 47 negara bagian di AS, tapi karena varian ini tidak dipantau secara aktif oleh CDC, sulit untuk mengetahui dengan pasti sudah kemana saja pergerakan varian ini. Namun, Kentucky menjadi wilayah tertinggi penyebaran.

Varian R.1 sendiri teridentifikasi di panti jompo wilayah Kentucky sejak Maret 2021. Dari laporan yang dibuat CDC, ada 83 warga yang terinfeksi dan 116 tenaga kesehatan, padahal 26 penghuni panti jompo dan 20 nakes sudah pernah terinfeksi Covid-19 sebelumnya.

Pengujian genomik pun dilakukan untuk mencari kebenaran mengenai varian R.1 dan hasilnya terbukti benar bahwa kesemuanya itu terinfeksi varian R.1. Semua orang yang terinfeksi memiliki gejala, satu orang dinyatakan meninggal dunia.

CDC melaporkan, 90% penghuni panti jompo dan 52% staf kesehatan sudah divaksinasi dosis lengkap. Artinya, vaksin Covid-19 yang ada sekarang kurang efektif terhadap serangan varian R.1.

Dari hasil penyelidikan, ada 46 kasus Covid-19 varian R.1, termasuk 26 adalah lansia dengan 18 orang sudah divaksinasi lengkap, dan 20 orang lainnya adalah petugas kesehatan yang bertugas di sana. Mereka juga dipastikan sudah divaksin.

Diketahui bahwa varian R.1 ini mudah menyebar dan memiliki kemampuan mengurangi netralisasi serum pemulihan pada mereka yang sudah divaksin. Artinya, varian ini juga kebal vaksin.

Sementara itu, wilayah Maryland menjadi lokasi terbesar kasus R.1 ini, data berdasarkan Outbreak.Info. Varian ini sendiri sudah menyebar banyak negara bagian di AS. Secara akumulatif, ada 2.200 kasus varian R.1 sejauh ini.

CDC menerangkan, meski vaksinasi dikaitkan dengan penurunan kemungkinan infeksi dan penyakit parah, 25,4% penduduk yang sudah divaksinasi dan 7,1% (nakes) yang terinfeksi virus corona alamiah, mendukung bahwa ada potensi penurunan kekebalan protektif terhadap R.1.

Selain itu, kasus infeksi berulang memberikan beberapa bukti saat ini bahwa kekebalan alami punya keterbatasan dan akan memudar kekuatannya seiring dengan munculnya berbagai varian Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini