Vaksin Cukup untuk Seluruh Penduduk Bumi, Boss Moderna Yakin Pandemi Bisa Berakhir 2022

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 24 September 2021 17:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 24 612 2476389 vaksin-cukup-untuk-seluruh-penduduk-bumi-boss-moderna-yakin-pandemi-bisa-berakhir-2022-gNufgDwFA6.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

PERSEBARAN vaksin Covid-19 memang terus diperluas ke seluruh negara. Hal ini guna memastikan adanya kekebalan imunitas atau herd immunity, sekaligus mencegah virus Covid-19 kembali bermutasi.

Beberapa perusahaan pun terus melakukan pembaharuan pada vaksin mereka sehingga bisa mengcover lebih banyak orang. Salah satu yang tengah menguji efektivitas vaksinnya untuk anak-anak adalah Moderna. Moderna pun menguji keamanan vaksin bagi balita usia 6 bulan ke atas.

Dengan semakin banyaknya orang yang mendapat vaksin, Salah satu pejabat penting perusahaan produsen vaksin Covid-19, Moderna Inc memprediksikan pandemi bisa segera berakhir dalam waktu dekat.

CEO Moderna, Stephane Bancel, diketahui baru-baru ini mengatakan pada media, ia menilai dengan pertumbuhan produksi vaksin yang semakin bertambah dan kekebalan alami dari orang-orang yang terinfeksi dan tak divaksinasi, pandemi Covid-19 bisa segera berakhir pada 2022.

 

“Jika Anda melihat perluasan kapasitas produksi di seluruh industri selama enam bulan terakhir ini, dosis vaksin yang cukup seharusnya tersedia pada pertengahan tahun depan. Sehingga semua orang di bumi ini bisa divaksinasi dan suntikan booster seharusnya juga bisa ada, sejauh yang diperlukan,” ujar Stephane saat diwawancara surat kabar Swiss, Neue Zuercher Zeitung, dikutip Reuters, Jumat (24/9/2021).

Dia menambahkan, ia berekspektasi pemerintah pada akhirnya akan memberikan persetujuan untuk penggunaan vaksin di semua kelompok usia, termasuk bayi dan akan menyediakan suntikan penguat alias booster setiap tahunnya. Layaknya vaksin tahunan untuk influenza.

Tidak hanya melalui vaksinasi, Stephane memprediksikan pandemi Covid-19 ini akan berakhir karena orang-orang yang tidak divaksin akan mendapatkan kekebalannya sendiri secara alami karena varian Delta yang sangat menular.

"Dengan begini, kita pada akhirnya akan berakhir dalam situasi yang mirip dengan flu. Anda bisa divaksin dan melalui musim flu dengan baik, atau tidak divaksin dan beresiko sakit dan bahkan mungkin bisa dirawat di rumah sakit,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Moderna Inc akan mempresentasikan penelitian uji klinis kepada Badan Pengawas Makanan dan Obat-Obatan AS (FDA) sehubungan dengan pengajuan untuk persetujuan suntikan booster. Untuk suntikan tambahan, booster ini sendiri FDA diketahui pada Rabu kemarin baru saja mengeluarkan persetujuan untuk vaksin booster Pfizer untuk kelompok usia di atas 65 tahun dan orang-orang yang beresiko tinggi terinfeksi Covid-19.

Selain itu, dari keterangan sang CEO, Moderna saat ini sedang melakukan uji coba suntikan vaksin booster yang akan menargetkan varian virus delta dan gabungan antara varian delta dan beta.

“Kami sedang menguji varian delta dalam uji klinis. Itu akan menjadi dasar untuk vaksinasi booster untuk tahun 2022. Kami juga mencoba delta plus beta, mutasi berikutnya yang diyakini para ilmuwan kemungkinan besar terjadi,” pungkas Stephane Bancel.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini