Cek Fakta: Vaksin Covid-19 Bisa Picu Penyumbatan Pembuluh Darah?

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 24 September 2021 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 24 612 2476419 cek-fakta-vaksin-covid-19-bisa-picu-penyumbatan-pembuluh-darah-DxHgxvT13H.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

VAKSIN Covid-19 memang menyebabkan beberapa efek samping atau yang kerap disebut dengan Kejadian Ikut Pasca-Imunisasi (KIPI). Nah, belakangan tengah ramai beredar kabar bahwa KIPI yang disebabkan oleh vaksin Covid-19 bisa menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.

Kabar simpang siur soal vaksin Covid-19 berkaitan dengan stroke pendarahan ini pun dibantah oleh dokter ahli saraf, Dr. Mursyid Bustami, Sp.S (K), KIC dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional.

Beliau mengatakan, tidak ada hubungan antara vaksin Covid-19 jenis dan merek apa pun dengan stroke pendarahan. Masih terkait seputar stroke dan penyebabnya, lalu apakah vaksin Covid-19 bisa meningkatkan kekentalan darah hingga bisa menyebabkan pendarahan atau penyumbatan?

Berkaca dari pengalaman pribadi, Dr. Mursyid Bustami menerangkan, ia sendiri sebagai dokter ahli saraf selama ini tidak pernah menerima pasien yang mengalami stroke setelah disuntik vaksin Covid-19.

“Paling tidak, kami tidak pernah menerima pasien yang mengalami stroke, pasca vaksin Covid-19,” kata Dr. Mursyid, dalam konferensi pers RSPON, dikutip dari akun chanel Youtube resmi Kementerian Kesehatan RI, Jumat (24/9/2021).

Sejalan dengan hal tersebut, Dr. Mursyid menambahkan dari laporan para rekan sejawat yakni para dokter spesialis ahli saraf lainnya, juga tidak ada yang menyebutkan pasien mengalami stroke setelah menerima vaksin Covid-19.

“Dari beberapa laporan yang kami dapat, dari ahli saraf juga tidak mengatakan bahwa ada pasien yang stroke setelah menerima vaksin Covid-19. Baik itu pendarahan atau pun penyumbatan,” tutupnya singkat.

Sekadar informasi, penggumpalan darah memang sempat dideteksi menjadi efek samping dari vaksin AstraZeneca. Studi menunjukkan vaksin AstraZeneca memang meningkatkan risiko penggumpalan darah dan kondisi serius lainnya yang dapat mengakibatkan pendarahan.

Namun, studi tersebut juga menemukan, munculnya risiko yang sama setelah infeksi virus corona jauh lebih tinggi. Tim peneliti yang dipimpin Universitas Oxford itu menemukan peningkatan risiko stroke setelah vaksinasi dengan Pfizer - tetapi lagi-lagi pada tingkat yang jauh lebih rendah daripada setelah infeksi. Para peneliti mengatakan, ini menunjukkan manfaat "sangat besar" dari vaksinasi.

Para peneliti menemukan untuk setiap 10 juta orang yang divaksinasi dengan vaksin AstraZeneca: 107 orang dirawat di rumah sakit atau meninggal karena trombositopenia, yang dapat menyebabkan pendarahan dalam, namun itu hampir sembilan kali lebih rendah daripada risiko seseorang mengalami kondisi yang sama setelah terinfeksi virus corona.

66 orang dirawat di rumah sakit atau meninggal karena pembekuan darah di pembuluh darah, tapi itu hampir 200 kali lebih rendah daripada risiko kejadian yang sama setelah infeksi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini