Pencipta Vaksin AstraZeneca Sebut Covid-19 Akan Jadi Flu Biasa

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 25 September 2021 13:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 25 481 2476697 pencipta-vaksin-astrazeneca-sebut-covid-19-akan-jadi-flu-biasa-Tp5BjyRFSl.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

PROFESOR Dame Sarah Gilbert yang merupakan pencipta vaksin AstraZeneca menegaskan bahwa Covid-19 tidak mungkin bermutasi menjadi varian yang jauh lebih mamatikan. Ia bahkan yakin pada akhirnya Covid-19 hanya akan menyebabkan flu biasa.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa tidak banyak tempat bagi virus Covid-19 untuk menghindari kekebalan manusia. Meski demikian, Covid-19 masih tetap menjadi virus yang sangat menular. Perbedaanya virus Covid-19 cenderung menjadi kurang ganas saat beredar melalui populasi.

"Tidak ada alasan untuk berpikir akan memiliki versi Sars-CoV-2 yang lebih ganas. Justru virus penyebab Covid-19 pada akhirnya akan menjadi seperti virus corona yang beredar luas dan menyebabkan flu biasa," terang Prof. Dame Sarah, sebagaimana dilansir Daily Mail, Sabtu (25/9/2021).

Bersin

Selain itu Prof. Dame Sarah mengatakan bahwa manusia sudah hidup dengan empat virus corona yang berbeda dan tidak pernah terpikirkan. Dan pada akhirnya Sars-CoV-2 akan menjadi salah satunya virusnya.

"Ini hanya pertanyaan tentang berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke sana. Serta tindakan apa yang harus kita ambil untuk mengelolanya sementara itu," tambah Prof. Dame Sarah.

Baca Juga : Studi: Flu Biasa Efektif Cegah Covid-19

Sebagaimana diketahui, wanita berusia 59 tahun tersebut memimpin tim di institut Jenner Universitas Oxford yang menciptakan vaksin Oxford-AstraZeneca Covid-19. Saat AstraZeneca menjadi vaksin yang paling banyak didistribusikan di dunia.

Dame Sarah juga mengatakan bahwa dia sedang berjuang untuk mendapatkan dana untuk membantu mencegah pandemi di masa depan. Menurutnya investasi mendesak diperlukan untuk mencegah penyakit menular lainnya menyebar ke seluruh dunia.

"Kami masih berusaha mengumpulkan dana untuk mengembangkan vaksin lain yang kami kerjakan sebelum pandemi. Baik terhadap penyakit yang telah menyebabkan wabah di masa lalu dan akan menyebabkan wabah di masa depan," tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini