Pentingnya ASI dan MPASI untuk Atasi Stunting

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Sabtu 25 September 2021 16:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 25 481 2476722 pentingnya-asi-dan-mpasi-untuk-atasi-stunting-0Vv0ZwKkxo.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PEMENUHAN gizi anak dan pengentasan stunting perlu digencarkan di kalangan masyarakat. Berbagi pihak pun perlu bersinergi dalam mengentaskan masalah stunting.

Spesialis Gizi Anak dari Universitas Indonesia dr Damayanti Sjarif menjelaskan, stunting merupakan suatu kondisi perawakan pendek. Penyebabnya adalah kekurangan gizi kronik. Selain mempengaruhi bentik fisik, stunting juga berpengaruh pada pertumbuhan otak dan tingkat kecerdasan anak.

“Untuk mengatasi stunting, pencegahan lebih baik dari pengobatan, berikanlah ASI dan makanan pendamping ASI yang benar yang mengandung cukup protein hewani serta melakukan pemantauan secara berkala,” ujar Damayanti saat Webinar: Kelas Jurnalis Gizi dan Anak.

Di samping itu, dalam mencegah stunting juga membutuhkan asupan nutrisi yang baik dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Setelah itu, orangtua juga perlu tahu tentang pentingnya memberikan ASI dan MPASI yang tepat.

 mpasi

Baca Juga: Ini Prokes untuk Cegah Penularan Covid-19 di Venue PON XX Papua 2021

Dokter Damayanti juga menyebutkan bahwa ASI dan MPASI sebagai salah satu sumber gizi untuk mendukung tumbuh kembang anak di setiap tahapan usia. Maka orangtua perlu concern dalam memenuhi gizi anak di setiap tahapan usia.

Pada Agustus lalu, pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Deputi Bidang Peningkatan Kesehatan, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Agus Suprapto menuturkan, Perpres Percepatan Penurunan Stunting mengedepankan kembali komitmen Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Desa sebagai kunci keberhasilan dalam percepatan penurunan stunting. Kolaborasi dan koordinasi di Pusat, provinsi, kabupaten/kota dan desa sangat diperlukan.

“Dalam Penyelenggaraan percepatan Penurunan Stunting, di masing-masing daerah akan dibentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting yang diketuai oleh Pimpinan Daerah masing-masing. Ditekankan juga dalam Perpres bahwa intervensi yang dilakukan oleh K/L, Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten/kota dilakukan secara konvergen dan terintegrasi,” tambah Agus.

Direktur Tempo Institute Qaris Tajudin menambahkan, dalam menyelesaikan masalah stunting ini masyarakat perlu diedukasi oleh para ahli kesehatan.

“Pemahaman mengenai isu kesehatan, termasuk gizi, memerlukan keahlian khusus dari para ahli kesehatan. Peran media adalah memberikan edukasi yang mudah dimengerti bagi bagi masyarakat supaya kebutuhan gizi bangsa dapat terpenuhi,” ungkap Qaris.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini