Analisis Pakar Soal Penularan Covid-19 Melalui Udara di Ruang Kelas Sekolah

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 25 September 2021 21:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 25 481 2476832 analisis-pakar-soal-penularan-covid-19-melalui-udara-di-ruang-kelas-sekolah-6PUr18f1B0.jpg Ilustrasi (Foto : Livescience)

SEJAK diberlakukannya kembali pembelajaran tatap muka (PTM) dilaporkan sebanyak 11 ribu siswa terinfeksi Covid-19 yang menimbulkan klaster baru Covid-19 di sekolah. Tentunya kondisi ini menjadi sangat memperihatinkan di mana pemerintah berupaya mengatasi learning loss (ketertinggalan pembelajaran) dan menurunkan kasus penularan Covid-19.

Melalui akun Instagram pribadinya @dr.fajriaddai, Sabtu (25/9/2021), Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’i menjelaskan bagaimana Covid-19 bisa menularkan para siswa di kelas melalui udara. Ia menganalisis kasus Covid-19 di sekolah degan kelas yang berjumlah 24 orang murid, tanpa ventilasi, dan guru sebagai pasien pertama Covid-19.

Penularan Covid-19 di Sekolah

“Jika hanya menggunakan masker (saat PTM), akan ada lima murid yang terinfeksi. Masker sendiri tidak dapat menghentikan proses penularan jika paparan lama di ruangan dengan ventilasi yang buruk. Proses penyebaran melalui aerosol dapat terjadi ke seluruh ruang kelas tanpa memandang jarak karena udara hanya berputar di dalam ruangan,” kata dr. fajri dalam unggahannya.

Baca Juga : Sekolah Tatap Muka Sebabkan Angka Covid-19 Naik, Perlukah Ditunda Lagi?

Lebih lanjut dr. Fajri menjelaskan jika dua jam di dalam kelas dengan guru yang terinfeksi Covid-19, tanpa ada perlindungan (tidak ada ventilasi dan tidak ada masker), maka terdapat risiko 12 orang atau 50% murid yang akan terinfeksi Covid-19. Meski demikian, dr. Fajri mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir, penularan Covid-19 masih bisa diminimalisir dengan beberapa cara.

“Risiko infeksi sangat rendah, jika semua orang menggunakan masker, terdapat ventilasi udara selama belajar baik secara alami atau mekanik, dan durasi belajar berhenti setiap satu jam (untuk mengembalikan sirkulasi udara sepenuhnya),” lanjutnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini