Hari Kontrasepsi Sedunia 2021: Pandemi Picu 1,4 Juta Kehamilan yang Tak Diinginkan

Calista Angelina, Jurnalis · Minggu 26 September 2021 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 25 481 2476861 hari-kontrasepsi-sedunia-2021-pandemi-picu-1-4-juta-kehamilan-yang-tak-diinginkan-40M0d7j2Ny.jpg Hari Kontrasepsi Sedunia (Foto : Ilustrasi (Foto:

SETIAP 26 September diperingati sebagai Hari Kontrasepsi Sedunia. World Contraception Day (WCD) ini ada dengan tujuan meningkatkan kesadaran serta wawasan mengenai pendidikan seks yang aman dan terlindungi dari kehamilan yang tidak diinginkan.

Kampanye ini juga sekaligus tertuju kepada para perempuan sebagai bentuk realisasi hak mengenai kesetaraan, non-diskriminasi, kehidupan, kesehatan reproduksi, seksual dan hak asasi manusia lainnya. Perempuan memiliki hak atas tubuhnya dan diberi kebebasan untuk memilih apakah mereka ingin hamil, jumlah anak, jarak usia anaknya atau bahkan tidak ingin hamil sama sekali.

Hari Kontrasepsi Sedunia

Hari Kontrasepsi Dunia ini juga diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan yang disebabkan oleh banyaknya anak yang lahir di keluarga dengan tingkat ekonomi yang rendah. Selain itu, para perempuan juga dapat kesempatan yang setara dalam hal pendidikan dan berkarir.

Namun, memang pada faktanya diskriminasi terhadap perempuan masih ada. Khususnya kepada perempuan kelas ekonomi rendah, para difabel, imigran, pekerja seks mereka masih terhambat untuk memperoleh metode kontrasepsi modern.

UNFPA (United Nations Population Fund), badan PBB yang berfokus pada dana untuk kesehatan seksual dan reproduksi. Menurut UNFPA, dampak yang diberikan satu tahun setelah pandemi COVID-19 adalah 12 juta perempuan dan wanita dewasa kehilangan akses untuk kontrasepsi. Pada tahun 2020 di sekitar 115 negara berpenghasilan menengah ke bawah, 1.4 juta perempuan mengalami kehamilan yang tidak diinginkan.

Baca Juga : Hari Kontrasepsi Sedunia: Pandemi Sebabkan Perempuan Takut ke Faskes

Hal itu terjadi karena kekurangan stok kontrasepsi, kesulitan keuangan, dan tidak bisa keluar rumah karena lockdown. Tak hanya itu, angka kekerasan berbasis gender dan kekerasan seksual juga semakin meningkat terlebih karena kurangnya pendidikan seks yang menyeluruh dan adanya kesenjangan norma gender.

Komite Penghapusan Diskriminasi Terhadap Perempuan mengungkapkan Hari Kontrasepsi Dunia (26 September) berdekatan dengan Hari Aborsi Aman Internasional (28 September) diperuntukkan bagi para korban dan penyintas kekerasan seksual untuk mendapat tindakan aborsi yang aman dengan tidak memandang aborsi sebagai kriminal.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini