Kenali 5 Jenis Alat Kontrasepsi, Tak Cuma Pil KB dan IUD Lho!

Calista Angelina, Jurnalis · Minggu 26 September 2021 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 25 481 2476862 kenali-5-jenis-alat-kontrasepsi-tak-cuma-pil-kb-dan-iud-lho-m3anEMXvtz.jpg Kontrasepsi IUD (Foto : Healthline)

HARI Kontrasepsi Dunia diperingati pada 26 September 2021 bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan pendidikan yang memadai mengenai seks yang aman dan terkontrol untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.

Mungkin bagi sebagian masyarakat pendidikan seks masih tabu untuk dibicarakan. Padahal ini penting, mengingat tujuan dari diadakannya kampanye Hari Kontrasepsi Dunia adalah untuk memberdayakan perempuan.

Perempuan diberikan wawasan mengenai hak atas tubuhnya, bahwa mereka bebas untuk memilih ingin hamil atau tidak. Terkait dengan itu, ada 5 jenis alat kontrasepsi yang bisa dijadikan pilihan untukmu dan pasangan. Berikut ulasannya yang dirangkum dari situs Financial Express, Minggu (26/9/2021).

1. Intrauterine Device (IUD)

Kontrasepsi IUD

Alat kontrasepsi ini juga biasa dikenal dengan sebutan spiral atau coil. Alat ini berbahan plastik dan berbentuk huruf ‘T’ biasanya diletakkan dalam rahim gunanya untuk mencegah kehamilan. Penggunaan kontrasepsi ini perlu bantuan dokter namun cukup efisien karena alat ini tidak mempengaruhi kesuburan Anda. Tingkat efektivitasnya pun 99.9%. Namun, IUD sendiri terdiri atas dua macam:

- IUD non-hormonal

Alat IUD non-hormonal ini dilapisi tembaga. Tembaga bertindak sebagai spermisida (untuk membunuh sperma) sehingga tidak dapat masuk dan melakukan pembuahan. dan cara kerjanya adalah mencegah sel sperma. Alat kontrasepsi ini dapat bertahan hingga 10 tahun.

- IUD hormonal

Alat IUD hormonal ini memiliki kandungan hormon progesteron sintetis. Cara kerjanya cukup berbeda dengan yang non-hormonal, karena IUD hormonal menyebabkan lendir serviks mengental dan membuat sel sperma sulit berenang. Alat kontrasepsi ini dapat bertahan hingga 3-5 tahun. Jenis yang satu ini juga efektif untuk mengurangi aliran darah menstruasi atau nyeri haid (dismenore).

Baca Juga : Hari Kontrasepsi Sedunia: Pandemi Sebabkan Perempuan Takut ke Faskes

2. Kontrasepsi Implan

Alat kontrasepsi jangka panjang yang bentuknya berupa tabung plastik kecil yang berisi hormon pencegah kehamilan. Jadi dokter akan memberikan obat bius di lengan Anda dan memasukkan (mengimplan) tabung tersebut ke dalam kulit di lengan atas.

Nantinya, implan tersebut akan mengeluarkan hormon progestin kadar rendah. Hormon tersebut akan mencegah Anda mengalami ovulasi (tidak ada sel telur untuk dibuahi) dan hormon progestin juga bertugas menebalkan lendir di sekitar leher rahim (serviks) agar sperma tidak bisa memasuki rahim. Alat kontrasepsi ini cukup efisien dan tahan sekitar 3 tahun.

3. Kontrasepsi Barrier (Penghalang)

Alat kontrasepsi penghalang sel sperma masuk membuahi sel telur ada 3 macam, yaitu kondom, diafragma dan spermisida. Metode kontrasepsi ini tergolong mudah digunakan dan didapatkan.

- Kondom Pria / Wanita

Dikenal sebagai alat kontrasepsi cara lama dengan berbahan lateks. Cara kerjanya dipakai di alat kelamin. Cukup efektif dan dapat mencegah penyakit menular seksual. Mudah diperoleh dan tidak ada efek samping.

- Diafragma

Berbahan karet dan diletakkan di mulut rahim agar sel sperma tidak bisa masuk. Selain itu, efektif juga untuk menampung darah menstruasi.

- Spermisida

Alat kontrasepsi satu ini mengandung zat kimia nonoxynol-9 yang bertindak untuk membunuh sel sperma. Terdapat bermacam bentuk yaitu berupa aerosol (busa), krim gel, lapisan tipis yang mudah larut (vaginal contraceptive film), dan tablet vaginal.

Pil KB

Pil KB

Jenis kontrasepsi yang mengandung hormon wanita seperti estrogen, progestin ini dikonsumsi selama 21 hari (1 hari 1 pil). Tingkat efektivitasnya cukup tinggi. Namun, terdapat efek samping seperti mual, perubahan mood yang sering, sakit kepala, perubahan berat badan, nyeri payudara.

Suntik KB

Suntik KB ini juga merupakan alat kontrasepsi hormonal, hormon progestin membantu untuk mencegah Anda ovulasi. Suntik KB harus dilakukan secara rutin setiap 12 minggu sekali. Metode ini efek sampingnya membuat siklus haid jadi tidak teratur.

Nah, kelima metode kontrasepsi diatas memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Intinya, pastikan Anda sudah cukup umur untuk melakukan metode kontrasepsi. Ada baiknya juga untuk konsultasikan dahulu kepada dokter. Semoga bermanfaat!

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini