Waspada, Ngeden Bisa Jadi Pemicu Pendarahan Otak

Hantoro, Jurnalis · Minggu 26 September 2021 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 26 481 2477021 waspada-ngeden-bisa-jadi-pemicu-pendarahan-otak-VGSxUsbYFh.jpg Ilustrasi mengejan atau ngeden bisa jadi penyebab pendarahan otak. (Foto: Shutterstock)

SAKIT pendarahan otak mendadak menjadi pusat perhatian publik Tanah Air setelah diderita komedian Tukul Arwana. Tapi tahukah Anda, ada banyak penyebab pendarahan otak, salah satunya mengejan atau lebih dikenal ngeden. Kondisi ini biasanya dilakukan banyak orang ketika buang air besar atau menahan napas saat batuk.

Dikutip dari laman Healthline, Minggu (26/9/2021), beberapa hal mendorong perkembangan atau pecahnya aneurisma atau pendarahan di otak. Sebuah studi di jurnal 'Stroke American Heart Association' menyimpulkan bahwa faktor-faktor berikut dapat memicu pendarahan otak:

Baca juga: Mengenal Pendarahan Otak, Penyebab Tukul Arwana Mendadak Dilarikan ke RS 

- Olahraga berlebihan

- Konsumsi kopi atau soda

- Mengejan (ngeden) saat buang air besar

- Kemarahan yang sering

Info grafis pendarahan otak seperti dialami Tukul Arwana. (Foto: Okezone)

Pendarahan otak dapat menyerang siapa saja, tetapi orang dengan aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah) berisiko tinggi mengalaminya.

The Brain Aneurysm Foundation juga menyatakan bahwa pendarahan otak paling sering terjadi pada orang berusia 35 hingga 60 tahun. Wanita disebut lebih mungkin menderita aneurisma daripada pria karena kadar estrogen yang rendah setelah menopause. Jika pendarahan otak terjadi di keluarga dekat, maka risiko Anda memilikinya lebih tinggi.

Baca juga: Dialami Tukul Arwana, Ini 10 Gejala Pendarahan Otak yang Patut Diwaspadai 

Adapun faktor risiko lain terkait pendarahan otak meliputi:

- Usia yang lebih tua

- Penyalahgunaan narkoba, terutama kokain

- Penyalahgunaan alkohol

- Masalah bawaan yang memengaruhi dinding arteri, seperti sindrom Ehlers-Danlos

- Cedera kepala

Pendarahan otak tidak dapat diprediksi dan mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun sampai pecah. Pendarahan besar atau pecah biasanya akan menunjukkan gejala yang pasti dan memerlukan perawatan medis darurat.

Gejala dan tanda peringatan aneurisma bervariasi berdasarkan apakah itu pecah atau tidak. Gejala aneurisma yang tidak pecah meliputi:

Baca juga: Tukul Arwana Dilarikan ke RS, Waspadai 10 Penyebab Pendarahan Otak Ini 

- Sakit kepala atau nyeri di belakang atau di atas mata yang bisa ringan atau parah

- Penglihatan kabur atau ganda

- Pusing

- Defisit visual

- Kejang

Baca juga: Dirut RS PON Bantah Pendarahan Otak Tukul Arwana Terkait Vaksin Covid-19 

Adapun gejala pendarahan yang pecah meliputi:

- Tiba-tiba sakit kepala parah

- Leher kaku

- Penglihatan kabur atau ganda

- Kepekaan terhadap cahaya

- Kelopak mata terkulai

- Kesulitan berbicara atau perubahan kesadaran dan kondisi mental

- Kesulitan berjalan atau pusing

- Mual atau muntah

- Kejang (konvulsi)

- Hilang kesadaran

Jika mengalami pendarahan pecah, Anda mungkin hanya mengalami sakit kepala parah yang tiba-tiba. Segera cari pertolongan medis darurat jika mengalami satu atau lebih dari gejala-gejala tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini