Topi Ikonik Napoleon Bonaparte Dilelang, Laku hingga Rp19 Miliar

Ahmad Haidir, Jurnalis · Minggu 26 September 2021 22:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 26 612 2477112 topi-ikonik-napoleon-bonaparte-dilelang-laku-hingga-rp19-miliar-FtfMnBaxB3.jpeg Lelang topi ikonik Napoleon Bonaparte. (Foto: Twitter @Sothebys)

SEBAGIAN besar orang di dunia tentu tidak asing dengan nama Napoleon Bonaparte, seorang penguasa Prancis di abad ke-18 yang sangat termasyhur. Namanya abadi dalam sejarah dan menjadi salah satu tokoh berpengaruh dalam peradaban manusia. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa koleksi benda yang terkait dirinya tentu memiliki daya tarik tinggi, terutama bagi para kolektor barang antik.

Dikutip dari laman Artnet, Minggu (26/9/2021), sebuah topi bicorne yang dulunya milik Napoleon Bonaparte pun baru saja dilelang dan terjual seharga 1,2 juta euro (USD1,4 juta atau sekira Rp19 miliar) di Rumah Lelang Sotheby's, Prancis. Harga jual obkek tersebut jauh melebihi perkiraan pra-penjualannya yang ditaksir berara di angka sebesar 500–700 ribu euro (USD587–822 ribu).

Baca juga: Mulai Oktober 2021, PeduliLindungi Terintegrasi dengan Aplikasi Lain 

Topi tersebut diyakini telah dikenakan oleh sang kaisar pertama Prancis tersebut pada 7 Juli 1807, selama pertemuan dengan Alexander I dari Rusia untuk menandatangani Perjanjian Tislit. Topi itu dilelang sebagai bentuk peringatan dua abad kematian tokoh sejarah dan bangsawan legendaris Prancis tersebut.

Lelang topi ikonik Napoleon Bonaparte. (Foto: Artnet/Twitter @Sothebys)

Tidak hanya topi, benda lain yang terdapat dalam pelelangan termasuk sepasang lilin perunggu berlapis emas yang dijual seharga 176 ribu euro; satu set pistol petugas flintlock seharga 126 ribu euro, dan tiga helai rambut kaisar yang terpisah (dua yang pertama berharga 18 ribu euro dan 13 ribu euro). Lalu ada bros enamel, namun sayangnya tidak laku.

Baca juga: Waspada, Ngeden Bisa Jadi Pemicu Pendarahan Otak 

Kisah Topi Ikonik Napoleon Bonaparte

Selama hidupnya, Napoleon Bonaparte memiliki sekira 120 topi bicorne, demikian menurut Sotheby's. ini menjadikannya semacam merek dagang.

Masing-masing topi itu dibuat oleh perajin yang sama dengan bahan kain kempa hitam dan tali kulit bagian dalam yang terbuat dari sutra, karena Napoleon Bonaparte alergi terhadap kulit.

Dari sana, benda itu diperoleh pada tahun 1814 oleh Sir Michael Shaw-Stewart, seorang bangsawan Skotlandia yang membelinya melalui perantara orang lain.

"Saya tidak akan mengatakan berapa banyak yang akan saya berikan untuk itu tetapi setelah mendapatkannya saya tahu bahwa tidak ada harga yang akan menggoda saya untuk berpisah dengannya," tulisnya dalam buku hariannya saat itu.

"Saya menganggapnya sebagai hal yang paling aneh dan menarik untuk dimiliki dan saya tidak akan membuang-buang biaya atau perawatan untuk mendapatkannya kembali ke rumah," ucap Sir Michael.

Baca juga: 5 Tanda Tubuh Mengalami Masalah Paru-Paru, Salah Satunya Nyeri Dada 

Topi itu tetap ada di keluarga Shaw-Stewart hingga akhirnya pada tahun 2015 dijual seharga 386.500 poundsterling atau sekira USD530 ribu.

Dengan demikian, selama 6 tahun hingga 2021, nilai topi itu meningkat 75 persen, tren yang pasti akan menjadi kabar gembira bagi Bonhams yang berencana melelang topi Napoleon Bonaparte lainnya secara terpisah bulan depan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini