Batik Durian Lubuklinggau Tampil di Milan Fashion Week 2021

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 27 September 2021 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 194 2477564 batik-durian-lubuklinggau-tampil-di-milan-fashion-week-2021-5ZYn4tWzWG.jpg Batik (Foto: Inst Jyk_fashionable)

RUPANYA batik kembali muncul di pekan mode dunia, kali ini di Milan Fashion Week 2021. Kali ini Batik Durian khas Lubuklinggau yang membuat geger dunia mode Internasional.

Desainer Jenny Yohana Kansil dengan brand JYK Indonesia yang membawa batik durian tersebut ke runway Milan Fashion Week 2021. Tema 'Revolutionary' dipilih sebagai bentuk perubahan sekaligus harapan yang lebih baik di masa depan.

 Batik

Koleksi ini tampil di Milan Fashion Week 2021 pada 21 September pukul 5 sore waktu Italia di Palazzo Visconti, Via Cino del Duca 8, Milan, Italia. Decak kagum pun berhasil diberikan audiens untuk koleksi yang sangat erat kaitannya dengan wastra Nusantara tersebut.

Lantas, darimana datangnya inspirasi batik ini?

Diterangkan Jenny Yohana Kansil, inspirasi koleksi datang dari batik durian Lubuklinggau itu sendiri. "Juga dari situasi pandemi," katanya diintip dari wawancaranya di channel Youtube Ri3ska, Senin (27/9/2021).

Ia melanjutkan, durian sendiri memiliki makna filosofi yang sangat indah dilihat dari perspektif mode. Menurut Jenny, karena buah itu berduri, makanya ada sesuatu yang menarik dan dia refleksikan dalam unsur punk-style yang sangat modern.

"Durian kan berduri. Tapi, siapa sangka di dalamnya itu ada buah durian yang manis dan very soft. Beda banget dengan bentuknya, gitu," terangnya.

Ya, punk menjadi siluet statement dari koleksi JYK Indonesia di Milan Fashion Week 2021. Meski bergaya punk, tapi keanggunan tetap terlihat dari permainan batik tulis yang dikelola Rina Prana, istri Wali Kota Lubuklinggau di Sumatera Selatan.

Tema 'Revolutionary' yang diusung pun memiliki makna mendalam menurut sang desainer. "Di situasi pandemi ini, apa sih yang bisa kita perbaharui, kita bikin gebrakan. Enggak apa-apa pandemi, karena segala sesuatu yang terjadi ada kebaikan untuk kita semua, ya, seperti durian," paparnya.

Sementara itu, Rina Prana yang ikut hadir di show tersebut menyampaikan pesan bahwa koleksi punk dari batik durian Lubuklinggau ini bisa diterima semua kalangan, tidak terkecuali anak muda. Koleksi ini juga ternyata mengusung sustainable-fashion.

"Kami pastikan, koleksi ini 100% organik, 100% katun, 100% silk, dengan pewarna alam berasal dari pinang dan jengkol," papar Rina di video Youtube tersebut.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini