Varian Delta Disebut Lebih Mematikan bagi Anak-Anak, Ini Faktanya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 27 September 2021 09:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 481 2477343 varian-delta-disebut-lebih-mematikan-bagi-anak-anak-ini-faktanya-9YUPBteJjw.jpg Pandemi Covid-19 (Foto: Nature)

RUPANYA beberapa sekolah melaporkan kasus Covid-19 seiring diberlakukannya pembelajaran tatap muka (PTM). Meski begitu, pemerintah cukup yakin untuk terus melanjutkan kebijakan tersebut seiring cakupan vaksinasi yang tinggi dan penurunan level PPKM di banyak wilayah.

Mengenai risiko terburuk, apakah memang varian Delta tidak begitu perlu dikhawatirkan bagi anak-anak? Apakah varian yang pertama kali teridentifikasi di India itu tidak mematikan untuk anak-anak?

 Pandemi Covid-19

Para ahli sejauh ini mengatakan bahwa tidak ada bukti kuat varian Delta membuat anak-anak dan remaja lebih rentan jika terpapar dibanding varian lainnya. Meski varian Delta menyebabkan lonjakan kasus infeksi di antara anak-anak karena sifat mudah menyebarnya.

"Kemampuan varian Delta yang cepat menular antarorang membuatnya lebih berisiko bagi anak-anak dan itu kenapa penting sekali menggunakan masker di sekolah dan vaksinasi bagi mereka yang sudah berusia di atas 12 tahun," papar dr Juan Dumois, Dokter Spesialis Penyakit Menular Pediatrik di Johns Hopkins All Children's Hospital di St. Petersburg, Florida, dikutip dari Fox News, Senin (27/9/2021).

Menurut laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO), varian Delta sudah teridentifikasi di 180 negara. Dari kasus tersebut, lonjakan infeksi pun terjadi pada anak-anak dan remaja dan banyak dari kelompok ini yang dirawat di rumah sakit.

Di Amerika Serikat misalnya, kurang dari 2 per 100.000 anak pada akhir Agustus hingga awal September dilaporkan dirawat inap akibat varian Delta. Angka tersebut tidak berubah drastis menurut laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

Anak-anak yang terpapar varian Delta biasanya mengalami gejala ringan atau bahkan tanpa gejala sehingga tidak membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit. Hal ini salah satunya berkat peran vaksinasi Covid-19.

"Vaksin Covid-19 memberi perlindungan pada anak-anak dan remaja dari paparan varian Delta. Di antara anak-anak berusia 12 tahun lebih, yang sudah divaksinasi lengkap tingkat rawat inapnya pada Juli 10 kali lipat lebih rendah dibanding mereka yang tidak divaksinasi," kata CDC.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini