3 Hoaks Penyakit Jantung Paling Sesat, Termasuk Percaya Kalung dan Gelang Kesehatan!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 27 September 2021 11:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 481 2477393 3-hoaks-penyakit-jantung-paling-sesat-termasuk-percaya-kalung-dan-gelang-kesehatan-sKn588uXie.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

HOAKS atau kabar palsu terkait penyembuhan atau penanganan penyakit jantung banyak beredar di masyarakat, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Hal ini sangat membahayakan pasien dan berisiko kematian.

Ya, sebabkan kematian karena jika penanganan penyembuhan salah, maka pasien malah tidak tertolong. Padahal, jika ditangani dengan benar, meski keadaan darurat, akan mungkin sekali pasien pulih lagi.

Hoaks penyakit jantung yang beredar tak hanya soal penanganan, tetapi juga pencegahan. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr Isman Firdaus, Sp.JP (K), secara khusus coba menerangkan beberapa hoaks yang paling sesat dan membahayakan pasien penyakit jantung. Berikut ulasannya:

Serangan Jantung

1. Pukul-pukul tangan pasien

Beberapa waktu lalu ada kabar pejabat yang mengalami serangan jantung dan orang di sekitarnya memukul-mukul tangan pasien. Menurut dr Isman, ini sangat keliru dan malah membuang-buang waktu pasien yang sedang berada di masa kritis.

Baca Juga : Buka Konsultasi Online, Dokter Tirta: Serangan Jantung Jangan Dikasih Teh Hangat

2. Penggunaan kalung dan gelang kesehatan

"Penggunaan kalung dan gelang sehat itu juga hoaks. Jadi, gelang dan kalung kesehatan itu merupakan menyesatkan. Jadi, akhirnya pasien akan lebih percaya terhadap hal tersebut, daripada bagaimana mencegah penyakit jantung," terang dr Isman di webinar 'Jaga Jantungmu untuk Hidup Lebih Sehat', Senin (27/9/2021).

Dokter Isman melanjutkan, jika ada suatu produk yang mengklaim dapat menyembuhkan semua penyakit, lalu menyembuhkan penyakit jantung, itu adalah hoaks.

3. Laser dapat menghilangkan sumbatan darah

Hoaks berikutnya adalah laser dapat menghilangkan sumbatan darah. Kata dr Isman, jika pasien atau masyarakat secara umum percaya dengan hal ini, akan menjadi kendala dalam penyembuhan yang lebih baik.

"Kasihan masyarakat atau bahkan pasien yang percaya dengan hal ini. Padahal, pemerintah sudah menggratiskan penanganan penyakit jantung dengan JKN, dengan harapan pasien bisa sembuh," tambah dr Isman yang juga merupakan ketua umum pengurus pusat perhimpunan dokter spesialis kardiovaskular Indonesia

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini