Apresiasi Garda Terdepan Covid-19, Kemenkes Bayarkan Insentif Nakes Triliunan

Siska Permata Sari, Jurnalis · Senin 27 September 2021 15:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 481 2477576 apresiasi-garda-terdepan-covid-19-kemenkes-bayarkan-insentif-nakes-triliunan-C9D9Ctqf7f.jpg Pandemi Covid-19 (Foto: Chilliwack)

PEMERINTAH melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memberikan apresiasi kepada para tenaga kesehatan (nakes) dan relawan yang telah menjadi garda terdepan di masa pandemi Covid-19.

Berkat dedikasi para garda terdepan, pasien-pasien Covid-19 bisa tertangani dan sembuh dari virus tersebut.

Terlebih, Indonesia sempat mengalami lonjakan kasus Covid-19 di bulan Juni hingga Agustus silam, dan kini kasus sudah jauh menurun.

 Pandemi Covid-19

“Kami atas nama Kementerian Kesehatan menyampaikan penghargaan dan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh tenaga kesehatan dan relawan yang telah menyumbangkan waktu dan tenaganya untuk memberikan pelayanan mengatasi Covid-19,” kata Plt Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemenkes dr Kirana Pritasari, MQIH, dalam konferensi pers virtual, Senin (27/9/2021).

Para tenaga kesehatan dan juga relawan tidak hanya mengorbankan waktu dan tenaganya, tetapi juga ibarat menyerahkan nyawanya.

Sebab, mereka yang tingkat keterpaparannya dengan Covid-19 sangat tinggi. Oleh karena itu, banyak di antara mereka yang sempat terinfeksi dan di antaranya gugur dalam bertugas.

Tak sekadar apresiasi, dr Kirana mengungkapkan, Kemenkes telah membayar triliunan rupiah untuk insentif para nakes. Pembayaran insentif tersebut diberikan kepada lebih dari 940 ribu tenaga kesehatan.

“Telah diberikan insentif kepada lebih dari 940 ribu tenaga kesehatan, yang menjadi tanggungjawab Kementerian Kesehatan. Sedangkan untuk fasyankes daerah dibayarkan oleh pemerintah daerah. Anggaran yang sudah disalurkan sekitar Rp6,4 triliun sebagai insentif tenaga kesehatan,” ujarnya.

Selain dana insentif, Kemenkes juga menyediakan santunan kematian kepada para nakes yang gugur. Dana total yang sudah dialokasikan yakni Rp9,078 triliun.

“Ini sebagai bentuk penghargaan kepada tenaga kesehatan yang gugur di masa pandemi ini. Secara total, pada tahun 2021 ini, telah dialokasikan insentif dan santunan kematian sebesar Rp9,078 triliun dan sudah dibayarkan sebesar 7,4 triliun. Mudah-mudahan pembayaran insentif ini terus berjalan dengan baik, dengan lancar, dan bisa diterima tepat waktu,” kata dr Kirana.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini