Buruh Pabrik Tak Punya Handphone untuk PeduliLindungi, Apa Solusinya?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 27 September 2021 13:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 612 2477467 buruh-pabrik-tak-punya-handphone-untuk-pedulilindungi-apa-solusinya-o2QsyMUlC2.jpg Aplikasi PeduliLindungi. (Foto: Okezone)

LANGKAH Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mewajibkan masyarakat menggunakan aplikasi PeduliLindungi di beberapa tempat memang menimbulkan kontroversi. Banyak dari masayarakat yang tidak memiliki handphone memadai untuk aplikasi tersebut mengeluh.

Salah satu kelompok yang mengeluhkan penggunaan aplaikasi tersebut adalah para buruh pabrik yang ponselnya masih sangat terbatas. Hal ini tentu saja membuat mereka tidak bisa masuk ke area pabrik.

Chief Digital Transformation Office Kemenkes Setiaji menerangkan bahwa pada Oktober mendatang, masalah seperti ini tak akan ada lagi. Sebab, Kementerian Kesehatan sudah bekerja sama dengan perusahaan untuk menangani masalah ini.

"Industri itu pegawainya sudah fix, ya, orangnya itu-itu saja. Itu yang akan kami daftarkan," terang Setiaji dalam webinar BNPB, belum lama ini.

Nah, bagi buruh pabrik yang memang tidak memiliki ponsel atau susah mengunduh PeduliLindungi karena memori hp kecil, maka solusi yang ditawarkan Kemenkes adalah berkomunikasi dengan pengelola pabrik dan memberitahu daftar pegawai yang sudah tercatat dengan kondisi 'khusus' tersebut.

"Jadi, malam hari sebelum bekerja, kami akan memberikan notifikasi ke pengelola pabrik, memberitahu bahwa orang tersebut sudah divaksin terus kemudian aman bekerja," ujarnya. "Ini untuk menjawab apabila pabrik memiliki beberapa karyawan yang tidak memiliki fasilitas hp," sambungnya Setiaji.

Menurutnya, perusahaan yang terintegrasi dengan sistem yang dimiliki Kemenkes juga pada sistem absensinya. Jadi begitu si karyawan absen, langsung teridentifikasi kondisi kesehatannya.

"Jadi, dengan adanya open kolaborasi ini berbagai masalah yang masih dirasakan banyak masyarakat coba kami perbaiki dan berikan solusinya," tambah Setiaji.

Aplikasi PeduliLindungi memang digunakan sebagai screening ika ingin masuk ke berbagai tempat. Pasalnya, aplikasi ini berfungsi sebagai pasport bagi mereka yang sudah divaksin.

Nantinya, orang yang ingin masuk ke pusat perbelanjaan akan menscan barcode dengan aplikasi PeduliLindungi untuk membuktikan bahwa dia sudah divaksin. Selain itu, aplikasi ini juga bisa digunakan untuk mengakses Indonesia Health Alert Card (eHAC) dan yang tak kalah penting yakni Safe Entrace.

Merangkum dari laman Instagram resmi Komite Percepatan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Fitur Safe Entrance di Aplikasi Pedulilindungi atau check in dengan pindai (scan) QR code sudah diterapkan di ratusan ruang publik dan akan terus bertambah. Fitur ini akan membantu seseorang untuk mengetahui zona rawan Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini