Menilik Peran Komunitas Pariwisata, Sosok di Balik Tumbuhnya Pariwisata Indonesia

Rizqa Leony Putri , Jurnalis · Selasa 28 September 2021 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 12 2478263 menilik-peran-komunitas-pariwisata-sosok-di-balik-tumbuhnya-pariwisata-indonesia-0GVVq3p7XC.jpg Pariwisata Indonesia (Foto: wonderfullimage.id)

Hari Pariwisata Sedunia atau World Tourism Day diperingati pada 27 September setiap tahunnya. Peringatan ini tentunya ditujukan untuk mendorong perkembangan pariwisata di berbagai penjuru dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Sektor pariwisata Indonesia terus menunjukkan perkembangannya sejak dulu hingga kini. Meski diterpa pandemi Covid-19, hal ini tak lantas membuat para pelaku di sektor ini pun putus asa. Berbagai cara dilakukan demi membangkitkan kembali geliat pariwisata.

Selain peran wisatawan, pengelola wisata, dan Pemerintah, tentunya peran dari komunitas pariwisata yang ada di Indonesia tak kalah penting dalam kemajuan sektor ini. Berbagai spot wisata, kuliner Nusantara, serta produk kerajinan lokal banyak diketahui oleh masyarakat luas, salah satunya karena peran komunitas pariwisata.

Nah, karena masih dalam momentum yang spesial, tak ada salahnya jika kita mengulik lebih dalam mengenai salah satu pihak yang berjasa pada perkembangan pariwisata di Indonesia, yaitu komunitas pariwisata. Berikut ulasannya!

1. Generasi Pesona Indonesia (GenPI)

 

Generasi Pesona Indonesia. (Foto: Instagram genpiindonesia)

Foto diambil sebelum pandemi Covid-19.

GenPI atau Generasi Pesona Indonesia merupakan komunitas yang dibentuk oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Komunitas ini sekaligus bertujuan untuk mempromosikan salah satu konsep wisata yang ada #DiIndonesiaAja, yaitu wisata go digital.

Komunitas yang ada hampir di seluruh provinsi di Indonesia ini resmi dibentuk oleh Kemenparekraf pada 6 Agustus 2016 lalu di Bandung. Pada saat itu, GenPI regional Jawa Barat menjadi komunitas GenPI yang pertama. Kini, komunitas ini telah jauh berkembang hingga mencakup berbagai wilayah kota atau kabupaten di seluruh Indonesia.

Anggota komunitas GenPI sangatlah beragam, mulai dari fotografer, videografer, blogger, aktivis pariwisata, hingga netizen yang memiliki ketertarikan pada dunia pariwisata. Mereka kerap mempromosikan pariwisata Indonesia melalui media sosial dan juga secara langsung melalui beragam event yang tersebar di berbagai daerah #DiIndonesiaAja.

2. Generasi Wonderful Indonesia (GenWI)

 

Generasi Wonderful Indonesia. (Foto: genwi_int)

Foto diambil sebelum pandemi Covid-19.

GenWI atau Generasi Wonderful Indonesia merupakan komunitas yang berisikan anak-anak muda mulai dari mahasiswa dan pelajar, serta warga Indonesia yang ada di seluruh penjuru dunia yang berkomitmen mempromosikan pariwisata Indonesia melalui media sosial.

Mereka berkoordinasi untuk mengenalkan destinasi wisata, event pariwisata, hingga kebijakan-kebijakan pariwisata yang ada #DiIndonesiaAja ke mata dunia. Komunitas ini juga telah melebarkan sayapnya mulai dari Singapura, Thailand, Malaysia, Australia, Jepang, Korea Selatan, India, dan masih banyak lagi negara lainnya.

Melalui kekuatan diaspora masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri, diharapkan pariwisata Indonesia dapat lebih dikenal dan menjadi yang terdepan di kancah internasional. Tak hanya mengenalkan wisatanya saja, tetapi juga mengenalkan kebudayaan dan seni yang melekat pada masyarakat Indonesia ke hadapan dunia.


3. Masyarakat Peduli Pariwisata Indonesia (MAPPAS)

 

MAPPAS Indonesia. (Foto: mappas.or.id/tangkapan layar)

MAPPAS Indonesia atau Masyarakat Peduli Pariwisata Indonesia merupakan sebuah komunitas, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), yayasan, serta koperasi. Diresmikan pada 2001 lalu, MAPPAS Indonesia memiliki tujuan untuk menginventarisasi kekayaan destinasi pariwisata, mengolah data, dan sekaligus mempromosikan pariwisata Indonesia.

Anggotanya sendiri adalah para pelaku pariwisata Indonesia, baik yang berada di dalam maupun luar negeri. Anggota MAPPAS terdiri dari pemilik usaha ataupun profesional yang berhubungan dengan industri pariwisata.

MAPPAS Indonesia juga mempromosikan berbagai destinasi wisata yang ada di Indonesia serta kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan di destinasi tersebut. Mereka juga turut mengenalkan berbagai tradisi dan acara kebudayaan di negeri ini agar dapat dikenal lebih luas.

 4. My Trip My Adventure (MTMA)

 

(Foto: Instagram mytrip_myadvntrindonesia)

Foto diambil sebelum pandemi Covid-19.

My Trip My Adventure (MTMA) menjadi salah satu komunitas yang juga mempromosikan indahnya bentang alam Indonesia ke mata masyarakat luas. Komunitas ini berisikan orang-orang yang hobi dengan wisata petualangan yang aktif dan rutin beraktivitas.

Mereka juga terbilang sebagai generasi yang melek teknologi, sehingga keberadaannya sangat membantu menyebarkan potensi pariwisata di seluruh penjuru Indonesa melalui platform digital. Tak hanya itu, berbagai hidden gems pariwisata yang ada #DiIndonesiaAja pun kerap kali dipromosikan oleh MTMA.

Keberadaan komunitas tersebut memang tak lepas dari acara dokumenter wisata bernama My Trip My Adventure yang tayang di salah satu televisi swasta. Kemudian, komunitas MTMA pun sangat digandrungi hingga sukses memviralkan berbagai pesona destinasi wisata Indonesia ke penjuru dunia.

Nah, itulah informasi seputar beberapa komunitas pariwisata yang ada #DiIndonesiaAja. Tentunya masih banyak komunitas lainnya yang hingga saat ini tak gentar mengenalkan pariwisata dan budaya Indonesia ke mata dunia.

Keberadaan mereka sangatlah penting dan berjasa bagi perkembangan pariwisata Indonesia hingga kini. Lewat beragam aktivitas yang dilakukan oleh komunitas-komunitas ini, semakin banyak masyarakat yang mengetahui informasi seputar destinasi wisata di Indonesia.

Tentunya, hal ini juga berimbas baik kepada seluruh pekerja sektor parwisata yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengajak seluruh komunitas pariwisata di Indonesia untuk berkolaborasi dan bersama-sama membangkitkan sektor ini, khususnya di tengah pandemi Covid-19.

"Saya terus mendorong berbagai pihak, juga komunitas di Indonesia untuk dapat bersama--sama berkolaborasi guna maksimalkan peluang yang ada. Saya mengajak sahabat pariwisata dan ekonomi kreatif untuk sanggup bersama-sama membangkitkan dan memulihkan optimisme kita, khususnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah-tengah pandemi dan melambatnya ekonomi,” ujarnya.

Menurutnya, langkah ini menjadi salah satu inovasi dan upaya nyata untuk dapat membangkitkan ekonomi masyarakat, serta pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif pada khususnya. “Di tengah Covid-19 kita harus bahu-membahu agar bangsa ini pulih dan bangkit ekonominya. Kita bisa kalahkan Covid dan kita bisa melanjutkan pembangungan” ujarnya.

Pandemi Covid-19 juga menjadi tantangan bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dapat terus bertahan. Beragam cara terus mereka lakukan demi membangkitkan geliat pariwisata dan ekonomi kreatif, di antaranya dengan berkolaborasi, berinovasi, dan disiplin mengimplementasikan aspek-aspek #InDOnesiaCARE.

Semangat ini juga bertepatan dengan momentum World Tourism Day yang jatuh pada 27 September 2021 kemarin. Pada peringatan kali ini, UNWTO (United Nations World Tourism Organization) memberikan sorotan penuh terhadap ‘Pariwsata untuk Pertumbuhan Inklusif’.

Pihaknya ingin mengajak masyarakat untuk menilik lebih dalam pariwisata yang ada di dunia. Bukan hanya sekadar angka dan statistik, tetapi juga peran para penggiat pariwisata yang berjasa besar dalam perkembangan pariwisata dunia. Sebab, hingga saat ini jutaan orang di seluruh dunia menggantungkan hidupnya di sektor pariwisata.

Oleh karena itu, pada momen Hari Pariwisata Sedunia ini, mari bersama-sama mengapresiasi dan menyemangati para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang sangat terdampak pandemi. Diharapkan, pariwisata dapat kembali bangkit dan membawa perubahan positif bagi dunia, serta Indonesia pada khususnya.

Sementara itu, di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini, tetaplah batasi mobilitas Anda dan sebisa mungkin untuk berada #DiRumahAja demi mengurangi risiko penularan Covid-19. Jika harus bepergian ke luar rumah, maka pastikan Anda mematuhi protokol kesehatan 6M.

Mulai dari mencuci tangan dengan sabun, memakai masker yang benar, menjaga jarak, menghindari keramaian, menghindari makan bersama, serta mengurangi mobilitas. Jangan lupa lakukan vaksinasi Covid-19 agar terbentuknya kekebalan kelompok atau herd immunity.

Selama berada di #DiRumahAja, Anda tak perlu khawatir akan merasa bosan. Sebab, Anda juga dapat mengisi waktu luang dengan berbagai kegiatan yang seru dan bermanfaat. Salah satunya dengan mengikuti Pesona Punya Kuis atau PUKIS yang diadakan pada hari Selasa setiap pekannya.

Tak perlu bingung, Anda hanya tinggal follow akun Instagram @pesonaid_travel dan like unggahan PUKIS terbaru. Kemudian, jawablah pertanyaan yang diberikan melalui kolom komentar, lalu mention tiga teman Anda agar dapat memeriahkan kuis ini. Beragam hadiah menarik telah menanti Anda, jadi segera ikutan kuisnya, ya!

Selamat Hari Pariwisata Sedunia!

(CM)

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini