Masker Kain Batik Jadi Item Fashion Kaum Urban, UMKM pun Bangkit!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 28 September 2021 13:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 194 2478016 masker-kain-batik-jadi-item-fashion-kaum-urban-umkm-pun-bangkit-LDpmjErvsv.jpeg Masker Kain Batik jadi item fashion favorit kaum Urban (Foto: Instagram)

MASKER kini jadi bahan pokok masyarakat. Jika keluar rumah, maka barang yang harus dibawa sekarang bukan hanya ponsel dan dompet, tetapi masker tambahan pun masker yang dipakai di wajah.

Bagi masyarakat yang tetap ingin memperhatikan penampilan, masker yang dipakai tak sekadar masker medis, melainkan masker kain batik. Ya, jenis masker ini banyak disukai dan ternyata cukup laku dipasaran.

Berdasar data penjualan salah satu e-commerce Tanah Air, Tokopedia, masker kain mengalami kenaikan penjualan selama pandemi berlangsung sejak 2020. Tak hanya masker, produk batik lain pun mengalami kenaikan penjualan.

Kain Batik

“Penjualan produk batik meningkat hampir 2 kali lipat selama kuartal II jika dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu. Produk batik itu meliputi kemeja batik, kain jarik, serta masker kain batik,” ungkap Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia, Astri Wahyuni, dalam keterangan resmi yang diterima MNC Portal, Selasa (28/9/2021).

Baca Juga : 3 Padu Padan Masker Biar Tampil Keren

Dari sisi pengrajin masker kain, menurut pemilik Batik Marunda, Irmanita H. Sinurat, produksi kain batik selama pandemi memang sangat pesat. Hal ini karena produk kain batik berupa busana kurang diminati.

“Omzet Batik Marunda turun 80% dari total keseluruhan pendapatan. Bergerak dari kondisi tersebut, kami berinovasi untuk menciptakan kain batik yang lebih relevan dengan situasi, dan masker kain batik pun tercipta,” terang Irma.

Masker Kain Batik

Tingginya minat masker kain batik membuat Irma memberikan pelatihan kepada ibu-ibu untuk menaikkan jumlah produksi. Bukan hanya memberdayakan ibu-ibu rusun, Irma pun berkolaborasi dengan pegiat usaha lokal kain dan alat batik asal Pekalongan sebagai penyedia material pembuatan Batik Marunda.

Pelatihan membatik terus kami berikan bagi ibu-ibu rusun agar mereka bisa mandiri secara ekonomi, bahkan bisa melatih UMKM lainnya. Kami pun menggandeng sejumlah seniman dan desainer ternama yang menyumbangkan ide-idenya untuk dijadikan motif batik kami,” ujar Irma.

Ketua Umum Dekranas, Wury Ma’ruf Amin, mengharapkan, “Dengan bangkitnya UMKM ini semoga dapat terus menjadi tonggak pemulihan ekonomi nasional,” tambahnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini