Pemerintah Targetkan Angka Stunting Sebesar 14% pada 2024

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 28 September 2021 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 481 2478003 pemerintah-targetkan-angka-stunting-sebesar-14-pada-2024-XMtdeVRdB5.jpg Stunting (Foto: Action against stunting)

STUNTING atau biasa lebih dikenal dengan istilah kekerdilan, masih menjadi masalah utama pemerintah Indonesia. Oleh karena itu pemerintah berupaya untuk melakukan percepatan penurunan stunting dengan menciptakan peraturan presiden (Perpres).

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menjelaskan Perpres tentang percepatan penurunan stunting No.72 tahun 2021 telah ditandatangani pada 5 Agustus 2021. Sehingga poin-poin mengenai pasal inilah yang penting untuk dperhatikan dan di catat.

 mencegah stunting

Senada dengan dr. Hasto, Wakil Menteri Kesehatan dr. Dante Saksono Harbuwono menyebut bahwa prevalensi stunting nasional saat ini sedang menunjukkan tren yang menurun. Namun, Indonesia memiliki target untuk mencapai angka stunting sebesar 14 persen pada 2024.

"Untuk mencapai target tersebut, rata-rata penurunan stunting harus mencapai sekira 2,7 persen per tahun," kata dr. Dante, dalam acara 'Sosialisasi Percepatan Penurunan Stunting dan Penanggulangan Tuberkulosis' di channel YouTube Kemenko PMK, Selasa (28/9/2021).

Wamenkes Dante menambahkan, kondisi tersebut baru bisa terwujud apabila melakukan pendekatan secara komprehensif. Bukan hanya dari segi kesehatan namun pendekatan lintas departemen atau lembaga. Sebab masalah stunting ini menjadi sangat penting karena mencerminkan status kesehatan sebuah bangsa.

"Saat ini sudah terdeteksi sekira 50 persen provinsi yang prevalensi stuntingnya lebih dari 30 persen. Sementara prevalensi balita stunting menurut provinsi pada 2019 rata-ratanya adalah 27,7 persen yang harus kita turunkan sesuai target menjadi 14 persen pada 2024," lanjutnya.

Selain itu pemerintah juga akan fokus dan memikirkan strategi khusus penanganan balita stunting di Indonesia bagian timur. Pemerintah telah ditetapkan 360 Kabupaten atau kota sebagai fokus intervensi stunting pada 2021 dan 514 kabupaten atau kota pada 2022.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini