Jaga Kelancaran PTM, Pemerintah Siapkan 2 Strategi Pengendalian Covid-19

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 29 September 2021 08:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 29 481 2478484 jaga-kelancaran-ptm-pemerintah-siapkan-2-strategi-pengendalian-covid-19-2mg5sa8T8C.jpg Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas selama pandemi covid-19. (Foto: Okezone)

PEMBELAJARAN tatap muka (PTM) akan terus dievaluasi dan dilaksanakan secara aman melalui dua strategi utama pengendalian covid-19. Masing-masing dari sisi hulu dengan protokol kesehatan (perubahan perilaku dan 3M) serta strategi deteksi/surveilans 3T. Hal ini sesuai arahan Presiden Jokowi.

"Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, pemerintah mengharapkan PTM terbatas dapat dibarengi dengan implementasi standar operasional kesehatan ketat agar tidak menimbulkan klaster baru covid-19. Pendidikan harus berlangsung secara aman, baik bagi para siswa maupun para pendidik dan tenaga kependidikan," tegas Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dalam siaran pers, Selasa 28 September 2021 malam, seperti dikutip dari Antara.

Baca juga: Antisipasi Gelombang 3 Pandemi, Masyarakat Diminta Segera Vaksinasi 

Ia menambahkan, Kementerian Kesehatan telah menyiapkan sejumlah strategi surveilans covid-19, meliputi pelacakan dan testing dengan metode active case finding atau menjemput bola.

Kemudian mengidentifikasi jumlah sekolah di tingkat kabupaten/kota yang melaksanakan PTM terbatas dan melakukan random sampling terhadap 10 persen dari total sekolah yang melaksanakan PTM.

Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. (Foto: Haryudi/Sindo)

Dari 10 persen tersebut Kemenkes akan membagi alokasi berdasarkan jumlah sekolah di tiap kecamatan. Di kecamatan yang memiliki jumlah sekolah lebih banyak, maka sampel yang diambil lebih banyak.

Selanjutnya sampling dilakukan terhadap 30 siswa dan 30 pengajar per sekolah untuk swab PCR dengan metode full testing. Dari hasil swab PCR ini akan ditabulasikan ke dalam data positivity rate atau rasio kasus positif.

Baca juga: Ada Varian R1, Prof Wiku: Pengingat kalau Covid-19 Belum Hilang 

Jika positivity rate kurang 1 persen maka pelajar yang positif akan dikarantina, sedangkan yang berkontak erat akan diisolasi. Namun, PTM terbatas tetap dapat dilanjutkan di sekolah tersebut.

Sementara jika positivity rate sekolah di angka 1 sampai 5 persen, maka pelajar di sekolah tersebut semua akan di-swab dan dikarantina, sedangkan sekolah tetap dapat menjalankan PTM terbatas.

Namun apabila positivity rate sekolah lebih dari 5 persen, maka sekolah tersebut akan langsung ditutup selama 14 hari. Aktivitas belajar mengajar akan kembali digelar secara daring.

Johnny kembali menegaskan PTM terbatas dilakukan karena pembelajaran daring yang telah berlangsung cukup lama. Hal ini berpotensi hilangnya kemampuan akademik pengetahuan dan keterampilan peserta didik, serta risiko dampak psikologis pada anak.

Baca juga: Uji Coba Obat Covid-19 Milik Pfizer Mulai Masuki Tahap Akhir, Kapan Bisa Digunakan? 

"PTM terbatas bisa digelar di wilayah PPKM Level 1–3. Saat ini Kemendikbud Ristek dan Kemenkes juga telah menyiapkan sistem penanganan dan strategi surveilans yang baik," kata Johnny.

Penerapan strategi surveilans di dalam ruang lingkup aktivitas belajar mengajar ini akan menjadi percontohan untuk penerapan strategi yang sama pada aktivitas publik yang lain.

Pemerintah membuka opsi untuk mereplikasi strategi ini pada berbagai aktivitas lain, seperti perdagangan, aktivitas pariwisata, aktivitas keagamaan, dan aktivitas transportasi, dan sebagainya.

Baca juga: Satgas Covid-19: Prokes Kendor, Pembukaan Aktivitas Sosial Tak Akan Bertahan Lama 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini