Waspadai Aterosklerosis Penyebab Serangan Jantung, Deteksi dengan Tes EKG dan ABI

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 29 September 2021 10:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 29 481 2478502 waspadai-aterosklerosis-penyebab-serangan-jantung-deteksi-dengan-tes-ekg-dan-abi-x3QhYnqC84.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

PENYAKIT aterosklerosis adalah suatu kondisi pengerasan arteri yang disebabkan oleh timbunan plak kolesterol. Seiring berjalannya waktu, plak ini bersama dengan kalsium dan trombosit, dapat terus menebal hingga akhirnya menyumbat total pembuluh darah arteri.

Arteri sendiri adalah pembuluh darah yang mengalirkan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Ketika ada plak di pembuluh darah, artinya darah tidak akan terdistribusi dengan baik di dalam tubuh.

“Jangka panjangnya, bisa mengakibatkan masalah serius seperti serangan jantung,” papar Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Heartology Cardiovascular Center Jakarta, dr Dafsah Arifa Juzar, Sp.JP (K), pada MNC Portal, Selasa (28/9/2021).

Serangan Jantung

Penyakit aterosklerosis sendiri dapat dideteksi dengan pemeriksaan di rumah sakit, yaitu tes elektrokardiografi (EKG) dan ankle brachial index (ABI). Kedua tes itu memiliki fungsinya masing-masing untuk memperjelas hasil observasi.

Tes EKG dilakukan untuk mendeteksi apakah detak jantung seseorang normal atau tidak, lalu untuk tes ABI diperlukan untuk mendeteksi penyakit arteri perifer atau penyumbatan di pembuluh darah kaki dengan cara mengukur perbandingan tekanan darah di lengan dan pergelangan kaki.

Baca Juga : 3 Hoaks Penyakit Jantung Paling Sesat, Termasuk Percaya Kalung dan Gelang Kesehatan!

Soal faktor risiko aterosklerosis, dr Dafsah mengatakan bahwa ada lima faktor yang sangat memengaruhi, yaitu darah tinggi, kolesterol tinggi, kencing manis, merokok, dan riwayat keluarga dengan masalah jantung. “Tapi, untuk Indonesia faktor tertinggi adalah hipertensi, merokok, dan diabetes,” tambah dr Dafsah.

Dokter Dafsah menyarankan kepada masyarakat untuk rutin melakukan deteksi dini terkait kesehatan jantung. Masalah ini bukan hanya khusus untuk mereka yang tua, tetapi makin ke sini, dengan gaya hidup yang semakin buruk, anak muda pun sudah mengalami masalah kesehatan jantung.

“Jangan kira orang muda tidak mungkin terkena penyakit jantung. Penyakit jantung bisa menimpa semua umur dan gender. Karena itu, medical check up jantung itu penting untuk dilakukan,” ungkap dr Dafsah.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini