Waspada Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi dan Anak, Ini Faktornya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 29 September 2021 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 29 481 2478679 waspada-penyakit-jantung-bawaan-pada-bayi-dan-anak-ini-faktornya-dFRV7yHVsv.jpg Sakit jantung bawaan (Foto: Shutterstock)

PENYAKIT Jantung Bawaan (PJB) atau lebih dikenal dengan istilah Congenital Heart Disease (CHD) dapat menyerang bayi dan anak.

PJB memiliki probabilitas sebesar 1:100, sementara jumlah kelahiran bayi di Indonesia mencapai 40-50 ribu orang per tahunnya. PJB pada bayi dan anak ini juga memiliki dampak yang serius pada kesehatan mulai dari non kritis sampai dengan kritis.

 sakit jantung bawaan

Dalam webinar ‘Pentingnya Dukungan Nutrisi Optimal pada Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan’, Rabu (29/9/2021), Dokter Spesialis Anak Konsultan Kardiologi, dr. Rahmat Budi Kuswiyanto, Sp.A(K), M.Kes menjelaskan, PJB adalah kelainan struktur anatomi, letak, atau fungsi jantung akibat gangguan pembentukan organ jantung pada trimester awal kehamilan yang terbawa sampai lahir.

Dokter Rahmat melanjutkan sebanyak 17.500 kasus PJB non kritis dilaporkan per tahunnya, sementara PJB kritis mencapai 25 persen atau sekira 17.500 kasus per tahun.

Oleh sebab itu mengetahui sejak dini faktor risiko PJB sangat diperlukan bagi para orangtua. Faktor risiko PJB disebabkan oleh riwayat kehamilan, di antaranya:

1. Infeksi kehamilan: Torch

2. Penyakit ibu: Diabetes, Lupus, Hipertensi

3. Konsumsi obat, rokok, dan alkohol

4. Nutrisi tidak seimbang

5. Kelainan genetik janin

6. Riwayat keluarga dengan kelainan jantung

Adapun gejala dan tanda PJB, meliputi:

1. Kebiruan

2. Napas cepat atau sesak napas

3. Kelelahan saat aktivitas menyusui

4. Pertumbuhan terhambat atau berat badan susah naik

5. Perubahan bunyi atau letak jantung

6. Infeksi paru berulang

7. Kelainan bawaan lain atau sindrom

8. Pingsan, berdebar, atau nyeri dada

9. Kurus atau stunting

10. Terlihat ‘sehat’

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini