4 Mitos Salah Kaprah soal Madu, Salah Satunya Disemuti Berarti Palsu

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 30 September 2021 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 29 612 2478821 4-mitos-salah-kaprah-soal-madu-salah-satunya-disemuti-berarti-palsu-8RYu146TVw.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MADU memang menjadi salah satu antioksidan yang paling populer dan kaya akan vitamin. Tapi, produk madu yang banyak diminati pada akhirnya banyak dibuat yang palsu.

Dilansir dari Kembang Joyo, produsen produk perlebahan asli Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1998, bahwa kandungan dan manfaat dari madu asli dan madu palsu tentu berbeda. Jika madu asli kaya akan manfaat, madu palsu bisa menyebabkan berbagai penyakit yang membahayakan tubuh seperti diabetes dan kencing manis.

Kadang, madu asli akan dianggap madu palsu jika mengalami beberapa hal di bawah ini. Dirangkum oleh Kembang Joyo, inilah beberapa mitos tentang madu yang patut Anda ketahui, seperti dilansir dari Highend.

Madu

Mitos: Madu Asli Tidak Akan Berubah Warna

Perubahan warna pada madu adalah hal yang biasa, karena adanya Reaksi Maillard atau reaksi pencoklatan non enzimatis yang justru bisa meningkatkan kadar antioksidan dalam madu. Seperti diketahui, antioksidan bermanfaat sebagai penangkal radikal bebas yang bisa memicu serangan jantung, kanker, katarak, dan menurunnya fungsi ginjal.

Mitos: Madu Asli Bisa Meletup

Hasil samping dari fermentasi khamir, yang secara alamiah berada di sekitar tanaman dan akan melakukan proses fermentasi pada madu yang dipanen muda, adalah CO2 (karbon dioksida) yang berbentuk gas.

Secara alami gas ini akan menguap di udara. Namun, gas akan terakumulasi dan menghasilkan letupan saat berada di botol yang tertutup sangat rapat. Dengan begitu, keaslian madu tidak bisa diukur dari meletup atau tidaknya.

Mitos: adu Yang Mengkristal Merupakan Madu Palsu

Kristalisasi atau penggumpalan madu merupakan hal lumrah yang terjadi secara alami dan spontan pada madu. Madu yang mengalami kristalisasi tidak akan mengalami penurunan kualitas. Semua kandungannya akan tetap sama dan tidak berubah, kecuali warnanya. Jadi, madu yang mengalami kristalisasi atau penggumpalan madu belum tentu madu palsu yaa.

 

Mitos: Madu Asli Tidak Disukai Semut

Umur madu, kandungan karbohidrat, hingga jenis semut yang ada di area sekitar madu merupakan faktor-faktor yang menentukan apakah madu akan disemuti atau tidak. Umumnya semut menyukai madu, bahkan sejak masih berbentuk nektar yang baru keluar dari ujung tanaman. Saking menyukainya, lebah dan semut sering berebut untuk mengambil nektar.

Meskipun begitu, ada beberapa kondisi madu yang tidak disukai oleh semut, salah satunya madu yang belum cukup umur. Madu yang belum cukup umur akan mengakibatkan terjadinya fermentasi yang mana akan menghasilkan karbon dioksida yang tidak disukai semut.

Ingin tahu lebih lanjut tentang first class Lifestyle, silakan klik HighEnd-Magazine.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini