Sejarah di Balik Hari Batik Nasional

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 01 Oktober 2021 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 01 194 2479693 sejarah-di-balik-hari-batik-nasional-mFXrrhTTP6.jpg Batik (Foto: Youtube)

RUPANYA setiap tanggal 2 Oktober setiap tahunnya, Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Tahukah Anda mengapa tanggal ini yang ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional?

Tanggal 2 Oktober sendiri, tepatnya pada tahun 2009 adalah tanggal yang dipilih oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Hari Batik Nasional melalui Kepres Nomor 33 Tahun 2009.

Pasalnya, tanggal 2 Oktober ini sesuai dengan tanggal ketika UNESCO menetapkan Batik sebagai salah satu warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). Momentum ketika UNESCO mengakui bahwa Batik Indonesia merupakan salah satu warisan dunia.

 Hari Batik Nasional

Bahkan pemerintah sendiri lewat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) diketahui telah menerbitkan surat edaran resmi (SE) tentang pemakaian baju batik dalam rangka Hari Batik Nasional dengan menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 003.3/10132/SJ. Di kancah internasional, disebutkan kala itu Presiden Soeharto memperkenalkan batik ke mata dunia dengan memakai busana batik saat hadir di konferensi PBB pada pertengahan era 80-an.

Identitas penting batik bagi Indonesia semakin besar, ketika Indonesia Indonesia menjadi tuan rumah KTT APEC II 1994. Pemerintah sengaja menyiapkan batik tulis untuk para kepala negara, yang mana batik tulis ini jadi cenderamata spesial karena dibuat dengan corak dan simbol dari negara-negara peserta.

Peranan batik memang tak bisa lepas dari identitas dan kehidupan orang Indonesia, bukan hanya aktivitas sehari-hari. Bahkan di situs laman resminya, UNESCO menyebutkan batik meresapi kehidupan orang Indonesia dari lahir sebagai bayi ketika digendong dengan kain batik sampai akhirnya meninggal dunia dan diselimuti oleh kain batik pula.

Batik sendiri hadir dengan berbagai pola, yang mencerminkan adanya banyak pengaruh di dalamnya. Mulai dari dari kaligrafi Arab, karangan bunga Eropa dan burung phoenix Cina hingga bunga sakura Jepang dan burung merak India atau Persia. Demikian sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber, Jumat (1/10/2021).

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini