Mengenal Batik Prada, Wastra Nusantara Bertabur Emas nan Mewah

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 01 Oktober 2021 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 01 194 2479822 mengenal-batik-prada-wastra-nusantara-bertabur-emas-nan-mewah-94PgML0QgF.jpg Batik Prada (Foto: Instagram/@tjongklak)

HARI Batik Nasional diperingati setiap tahunnya pada 2 Oktober. Perayaan budaya ini sudah berlangsung dari 2009 sejak UNESCO menetapkan batik sebagai salah satu warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Bicara soal batik, Anda mungkin sudah cukup familiar dengan yang namanya batik tulis, batik cap, atau bahkan kini muncul batik printing. Tapi, tahukah Anda dengan Batik Prada?

Batik

Batik Prada memiliki keistimewaan tersendiri dibanding jenis batik lainnya. Ia sejatinya adalah batik tulis, tetapi ada penambahan teknik di dalam proses pembuatannya.

Ya, batik Prada menambahkan bubuk emas ke atas kain batik yang sudah diberi motif lewat pengerjaan handmade. Batik jenis ini banyak ditemukan di Yogyakarta dan Surakarta.

Baca Juga : Sejarah di Balik Hari Batik Nasional

Batik

Menurut laman Expat, orang Jawa Tengah menggunakan debu emas untuk menghiasi kain Prada mereka. Kesan mewah nan glamour sangat terasa dengan penambahan emas di atas kain tersebut.

Baca Juga : Hari Batik Nasional: Potret Perpaduan Batik Nusantara dengan 8 Ikon Negara di Dunia

Bagaimana pengerjaan batik Prada?

Jadi, kain yang sudah dilukis dengan motif khusus dan ada penambahan lem di dalam pewarnanya, ditaburi bubuk emas secara merata dan dilakukan manual. Lem yang ditambahkan pada pewarna motif biasanya berupa putih telur atau minyak biji rami dan tanah kuning.

Setelah emas diratakan di seluruh bagian kain, emas akan menempel pada motif batik dan tidak akan lepas dari 'perangkap' lem yang ada di pewarna motif. Karena ditabur, emas akan mengikuti setiap motif kain.

Batik

Teknik prada ini banyak juga dilakukan oleh pengrajin batik untuk 'menghidupkan kembali' batik lama yang sudah usang. Karena ada penambahan emas di atas kain, batik tua bisa terlihat muda lagi bahkan bisa lebih bernilai tinggi.

Berkembangnya zaman, kini banyak juga ditemukan pengrajin batik yang menggunakan cat emas sebagai pemberi kesan emas pada kain. Alhasil, teknik menyapu debu atau serbuk emas di atas kain sudah mulai ditinggalkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini