Mengenal Tiga Desain Klasik Batik, dari Kawung hingga Parang

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 01 Oktober 2021 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 01 194 2479836 mengenal-tiga-desain-klasik-batik-dari-kawung-hingga-parang-MzmKyMVibm.jpg Motif batik parang (Foto: Pinterest/theactualstyle)

BATIK sebagai salah satu identitas penting orang Indonesia, hadir dengan ribuan desain yang berbeda. Dalam rangka Hari Batik Nasional, tak ada salahnya mengenal motif dari kekayaan budaya Indonesia ini. 

Secara general, desain batik ada dua kategori yakni motif geometris yang cenderung merupakan desain sebelumnya, serta desain bentuk bebas, yang didasarkan pada pola gaya bentuk alami atau tiruan dari tekstur tenun.

Bicara soal desain motif batik, ada desain yang menjadi khas atau signature yang mendominasi di daerah-daerah tertentu. Contohnya, di area Jawa Tengah yang motifnya dikatakan dipengaruhi oleh pola dan warna tradisional, beda lagi dengan area pesisir utara Jawa yang kental akan pengaruh budaya Cina dengan permainan warna-warna terang dan desain bunga atau awan.

Saat melihat kain atau busana batik, biasanya kita sudah cukup familiar dengan tiga desain motif klasik ini. Apa saja desain batik klasik tersebut? Mengutip Expat, Jumat (1/10/2021) mari simak ulasan singkat tiga desain klasik batik berikut ini.

1. Kawung

Motif Batik

Motif kawung yang digambarkan dengan bentuk lingkaran berpotongan dan terkadang dihiasi dengan ornamen lain seperti garis berpotongan atau titik. Bentuk oval dari kawung ini, konon seperti melambangkan bentuk visual dari tanaman buah dari pohon kapuk, kapas sutra atau pohon aren.

Kawung sendiri disebutkan sebagai desain yang sudah sangat tua loh! Konon kabarnya sudah dikenal di Jawa bahkan sejak abad ke-13. Motif kawung ini lah desain yang banyak bisa dilihat pada candi-candi di Jawa, mulai dari Prambanan dan candi Kediri di Jawa Timur.

Baca Juga : Sejarah di Balik Hari Batik Nasional

2. Ceplok

Motif Batik Ceplok

(Foto: Batik.or.id)

Nama umum dari semua rangkaian desain batik geometris, mulai dari bentuk bujur sangkar, belah ketupat, lingkaran, bintang, dan lain-lain yang mana satu elemen bentuk yang terpilih lalu dibuat lagi berulang-ulang polanya. Meskipun pada dasarnya geometris, desain ceplok juga bisa mewakili bentuk abstraksi dan stilasi bunga, kuncup, biji, dan bahkan hewan. Tapi, karena Indonesia mayoritas penduduknya adalah penganut Islam, yang melarang penggambaran bentuk hewan dan manusia secara realistis. Maka dari itu, biasanya desain bentuk ini tidak ditampilkan detail yang terlalu realistis.

3. Parang

Motif Batik

(Foto: Pinterest)

Desain yang pernah digunakan secara eksklusif oleh istana kerajaan Jawa Tengah ini diketahui punya beberapa arti di dalamnya, batu kasar, pola pisau, sampai pisau yang patah. Seperti yang terlihat, desain parang terdiri dari barisan miring dari bentuk pola seperti pisau tebal yang berjalan dalam pita diagonal paralel.

Pada batik dengan desain parang, biasanya diselingi dengan pita menyempit yang warnanya lebih gelap sehingga terlihat kontras. Nah, pita ini disebutkan punya elemen desain lain, yakni garis motif berbentuk permen yang disebut mlinjon. Dari banyaknya variasi pola desain parang,

Parang Rusak adalah yang paling terkenal, bentuknya paling klasik yakni barisan parang yang dilipat lembut. Selain pada batik, motif ini biasanya juga bisa terlihat di ukiran kayu atau sebagai ornamen pada alat musik gamelan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini