Filosofi Noken, Tas Rajut Asli Papua yang Diborong Jokowi

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 01 Oktober 2021 20:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 01 194 2480039 filosofi-noken-tas-rajut-asli-papua-yang-diborong-jokowi-sJ9MtzeegW.jpg Presiden Jokowi (Foto : Instagram/Sekretariat Kabinet)

PRESIDEN Jokowi memborong noken setibanya di Papua untuk membuka PON XX, besok. Jokowi membelinya dari pedagang di pinggir jalan saat perjalanan dari Kabupaten Jayapura menuju hotel.

"Dalam perjalanan dari Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura menuju hotel, rangkaian kendaraan Presiden @jokowi sempat berhenti sesaat. Presiden hendak membeli noken, tas rajutan asli papua dari mama penjual di pinggir jalan. Setelah melihat-lihat dan memilih, Presiden kemudian memutuskan untuk membeli dua noken. Mereka berharap dengan adanya perhelatan PON XX di Papua, akan banyak orang yang membeli tas rajutan asli Papua tersebut," tulis akun @sekretariat.kabinet, Jumat (1/9/2021).

Jokowi Beli Noken

Baca Juga : Jokowi Borong Noken Papua, Netizen: Presidenku Memang Trendsetter!

Filosofi Noken

Noken sendiri merupakan kerajinan khas tanah Papua yang hanya boleh dibuat oleh orang Papua karena melambangkan kedewasaan seorang perempuan lokal.

Jika tidak bisa membuat noken, maka perempuan tersebut belum dianggap dewasa dan itu merupakan syarat untuk menikah. Tas tradisional masyarakat Papua ini terbuat dari serat kulit kayu.

Jokowi Noken

Bahan baku serat kayunya pun berbeda-beda, ada yang dari kulit kayu Pohon Manduan, Pohon Nawa, hingga Anggrek Hutan. Karena keunikannya tersebut, Noken telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan kebudayaan tak benda pada tahun 2012 lalu.

Sama seperti penggunaan tas pada umumnya, noken juga digunakan untuk membawa barang kebutuhan sehari-hari. Dilansir dari laman Instagram @kemenparekraf.ri, biasanya masyarakat Papua menggunakan noken untuk membawa hasil pertanian seperti sayuran, umbi-umbian, membawa anak, hingga kayu bakar. Noken juga dipakai dalam upacara maupun sebagai kenang-kenangan untuk tamu.

Baca Juga : Filosofi Noken, Warisan Budaya UNESCO Kebanggaan Masyarakat Papua

Uniknya, jika tas pada umumnya dipikul, masyarakat Papua biasa menggunakan Noken dengan cara digantungkan dikepala. “Inilah yang menjadikan noken sebagai simbol kehidupan yang baik, perdamaian dan kesuburan bagi masyakarat di tanah Papua," tulis keterangan instagram @kemenparekraf.ri

Noken Papua

Kerajinan noken ini juga terdiri dari beberapa ukuran lho! Untuk Noken yang berukuran besar disebut Yatoo, biasanya digunakan untuk membawa kayu bakar, tanaman hasil panen, barang-barang belanjaan, hingga menggendong anak.

Noken yang berukuran sedang disebut Gapagoo yang digunakan untuk membawa barang-barang belanjaan dalam jumlah sedang. Sedangkan Mitutee adalah sebutan untuk noken yang berukuran kecil yang digunakan untuk membawa barang-barang pribadi.

Saat ini noken tidak hanya digunakan oleh masyarakat Papua saja, bagi Okezoners yang sedang berkunjung ke tanah Papua, Noken bisa dijadikan sebagai buah tangan atau oleh-oleh yang unik sekaligus keren.

Sempat jadi Google Doodle

Noken sempat menjadi Google Doodle pada 4 Desember 2020 di Indonesia. Google mengangkat tema ini untuk merayakan warisan budaya noken Papua.

Noken

Seniman Ilustrasi Danu Fitra dari Depok dalam wawancaranya bersama Google mengatakan, ilustrasi noken bermula dari ketertarikanya untuk mengunjungi Papua.

"Saya tahu noken memiliki banyak filosofi, salah satunya adalah sumber kehidupan yang baik dan kemakmuran karena noken dibuat dari bahan-bahan yang berasal dari hutan, kemudian digunakan untuk membawa hasil panen dari hutan," ungkapnya, dikutip dari Antara.

Filosofi lain dari noken Papua adalah memiliki simbol kehidupan yang baik, perdamaian dan kesuburan bagi masyarakat Papua juga penanda penting budaya dan sosial-ekonomi di Papua dan Papua Barat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini