Share

Studi: Vaksin Covid-19 dan Flu Aman Diberikan Bersamaan

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 02 Oktober 2021 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 01 481 2479998 studi-vaksin-covid-19-dan-flu-aman-diberikan-bersamaan-fTOLeBzWpd.jpg Ilustrasi (Foto : Reuters)

ADA kabar baik dari studi terbaru terkait vaksin Covid-19 dan vaksin influenza atau flu yang digelar di Inggris baru-baru ini. Studi penelitian yang dipimpin oleh University of Bristol, menunjukkan aman bagi orang yang menerima vaksin Covid-19 juga mendapatkan vaksin flu dalam waktu yang sama, dikutip Reuters, Sabtu (2/10/2021).

Dalam hasil studi yang disiarkan pada Kamis 30 September kemarin, memperlihatkan pemberian vaksin Covid-19 dan vaksin flu dalam waktu bersamaan tidak ada dampak negatif terhadap respons kekebalan yang dihasilkan oleh keduanya. Hanya ada efek samping skala ringan hingga sedang, dalam studi penelitian pengujian vaksin Covid-10 Pfizer atau AstraZeneca dengan tiga vaksin flu tersebut.

vaksinasi covid-19

Penelitian digelar dengan melibatkan kurang lebih sebanyak 679 orang relawan di 12 titik lokasi di seluruh Inggris dan Wales. Para relawan diketahui menerima vaksin Covid-19 dan vaksin flu di hari yang sama, namun di dua lengan berbeda atau dengan kata lain di titik penyuntikan yang berbeda.

Baca Juga : Apakah Antibodi Vaksin Influenza Bisa Kurangi Keparahan Pasien Covid-19?

Para relawan dibagi dalam dua kelompok, satu kelompok disuntik vaksin Covid-19 dan vaksin flu pada saat kunjungan pertama, lalu suntikan plasebo ketika kunjungan kedua. Sementara kelompok lainnya, disuntik vaksin Covid-19 dan plasebo di dalam satu hari yang sama baru kemudian diikuti dengan vaksin flu pada hari kedua.

Studi ini menemukan sebanyak 97 persen dari peserta mengatakan mereka ke depannya bersedia untuk disuntik dua vaksin, vaksin Covid-19 dan vaksin flu secara bersamaan.

Hasil yang ditunjukkan di studi yang dirilis sebagai pra-cetak, dengan hasil lengkap yang akan dipublikasikan di Lancet ini, disebut Rajeka Lazarus selaku Chief Investigator, adalah hasil yang sangat positif dan jadi informasi berguna bagi mereka yang membutuhkan kedua jenis vaksin ini.

“Ini adalah langkah yang sangat positif, yang bisa berarti lebih bagi orang-orang yang membutuhkan kedua vaksin,” ujar Rajeka.

Ia menambahkan, hasil studi penelitian ini sendiri sudah dipersentasikan kepada Joint Committee on Vaccination and Immunisation (JCVI) sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut.

“Hasil penelitian ini telah dipresentasikan kepada Komite Bersama untuk Vaksinasi dan Imunisasi (JCVI) untuk pertimbangan mereka dan akan membantu pembuat kebijakan dalam merencanakan masa depan program vaksinasi penting ini,” pungkas Rajeka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini