Bukan Hanya Jawa, Daerah Ini Juga Punya Batik yang Super Cantik

Rizqa Leony Putri , Jurnalis · Sabtu 02 Oktober 2021 08:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 02 12 2480147 bukan-hanya-jawa-daerah-ini-juga-punya-batik-yang-super-cantik-aXGJgqrScv.jpg Berbagai Motif Batik (Foto : Wonderfull image)

Hari Batik Nasional jatuh pada 2 Oktober setiap tahunnya. Perayaan ini ditujukan untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009 lalu.

Pada tanggal inilah, beberapa lapisan masyarakat #DiIndonesiaAja akan mengenakan batik sebagai bentuk rasa bangga akan warisan budaya ini. Meski begitu, bukan berarti Anda tak bisa mengenakan batik di lain waktu, ya! Sebab wastra ini dapat dikenakan kapan pun dan dimana pun, baik dengan gaya kasual, formal, dan lain sebagainya.

Batik memang identik sekali dengan daerah di Pulau Jawa. Nyatanya, hal ini dikarenakan sejarah pembuatan batik sendiri yang pertama kali diperkenalkan oleh salah satu juru mudi Laksamana Cheng Ho yang bernama Bi Nang Oen di daerah Lasem, Rembang, Jawa Tengah. Hingga akhirnya, teknik membuat kain ini menyebar ke seluruh Jawa.

Meski begitu, teknik pembuatan batik akhirnya dikenal juga ke seluruh penjuru wilayah Indonesia, dengan sentuhan ciri khas daerahnya masing-masing. Nah, berikut ini beberapa jenis batik cantik dari berbagai daerah yang ada #DiIndonesiaAja, selain dari Pulau Jawa. Simak informasinya, ya!

1. Batik Tanah Liek, Sumatera Barat

 

Salah satu motif batik Tanah Liek dari Minangkabau. (Foto: Instagram dewi_songketpandai_sikek)

Batik tanah liek atau yang berarti tanah liat merupakan jenis kain batik yang berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. Batik tersebut memiliki motif unik yang identik dengan ciri khas daerahnya, seperi rumah gadang, tari piring, malin kundang, jam gadang, dan lain sebagainya.

Seperti namanya, batik tanah liek memang menggunakan tanah liat sebagai perwarna. Biasanya, kain akan direndam terlebih dahulu selama sepekan dengan tanah liat, hingga akhirnya dicuci dan diberi pewarna alami dari tumbuh-tumbuhan.

Seperti halnya manggis, kulit jengkol, kulit mahoni, getah gambir, dan berbagai tumbuhan yang kerap digunakan sebagai pewarna. Dulunya, motif batik tanah liek masih bernuansa tradisional. Seperti batuang kayu, kipas, kaluak paku, siriah dalam carano, lokcan, kuciang tidua, dan masih banyak lagi.

2. Batik Gonggong, Kepulauan Riau

 

Salah satu motif batik Gonggong dari Tanjung Pinang. (Foto: Instagram batikgonggonglawana)

Provinsi Kepulauan Riau memiliki batik khas daerahnya sendiri, yaitu batik gonggong. Motif batik ini sejatinya terinspirasi dari kuliner andalan Kepulauan Riau, yakni gonggong.

Hewan laut yang bentuknya mirip dengan siput ini dapat dengan mudah Anda temukan di wilayah Kepulauan Riau, khususnya di Tanjung Pinang. Proses pembuatan batik gonggong biasanya memerlukan waktu selama 3-4 hari.

Bukan tanpa alasan, beberapa tahapan harus dilalui demi menghasilkan batik yang sempurna, seperti proses penggambaran, penyantingan, hingga pewarnaan. Setelah sketsa selesai digambar dan dipertegas dengan cairan lilin menggunakan canting, kain harus dikeringkan terlebih dahulu.

Kemudian, barulah batik gonggong siap untuk diberi warna dengan cara dicelupkan ataupun menggunakan kuas. Batik yang menjadi salah satu nilai kearifan lokal Tanjung Pinang ini pun kini telah dikenal luas dan menjadi produk unggulan daerah setempat.

3. Batik Bali, Bali

 

 Salah satu motif batik Bali. (Foto: Instagram batikbaligrosir)

Batik Bali umumnya memiliki motif-motif yang terinspirasi dari keindahan alam, budaya, dan upacara keagamaan yang ada di Bali. Misalnya saja, motif merak abyorhokokai cenderung menginterpreatsikan keindahan Bali dengan merak sebagai simbol utamanya. Burung merak digambarkan sebagai poros corak utama pada kain dengan kelopak yang tampak seperti bunga sakura.

Kemudian, ada juga motif ulamsari mas yang juga sangat populer di Bali. Motif ini menggambarkan ikan dan udang yang mewakilkan mata pencaharian masyarakat Bali sebagai nelayan. Motif tersebut juga menjadi lambang kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat pesisir.

Ada pula motif singa barong yang identik dengan budaya Bali. Motif ini melambangkan kekuatan, kemauan, dan keajaiban. Sementara itu, motif jagatan pisang menjadi motif yang memiliki makna harapan, doa, keselamatan, dan identik dengan pasangan.

4. Batik Minahasa, Sulawesi Utara

 

 Salah satu motif batik Minahasa. (Foto: Instagram batik.minahasa)

Batik bermotif unik lainnya berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara. Batik ini cukup populer karena motifnya yang khas dengan menyajikan gambaran waruga, yaitu makam para leluhur warga Minahasa yang terbuat dari batu.

Bagian atas waruga berbentuk segitiga yang menyerupai bubungan rumah yang memiliki dua ragam hiasan, yaitu tonaas ang kayobaan (pria tangguh yang dapat menguasai makhluk hidup lain) dan tuama loor (laki-laki berwujud manusia kangkang). Sementara di bagian bawah, bentuknya seperti kubus yang terdapat ruang di bagian tengah.

Namun, telah banyak motif batik lainnya yang saat ini terus berkembang, seperti motif tarawesan pareday (pakarisan), wewengkalen, ma’sungkulan, ma’suiyan, karengkom, serta kreasi baru lainnya. Motif batik Minahasa yang beragam, umumnya berasal dari situs purbakala, tanaman, geometris, maupun cerita rakyat.

5. Batik Papua, Papua

 

 Salah satu motif batik Papua. (Foto: Instagram batik_papuanusantara)

Batik bermotif unik juga datang dari tanah Papua. Batik ini biasanya memiliki beragam motif dan kaya akan warna. Salah satu motif yang terkenal adalah motif cendrawasih yang melambangkan kekayaan, keindahan, keanggunan alam, dan fauna asli Papua.

Kemudian, ada motif komoro yang menjadi lambang kreativitas, semangat, dan keberanian para penduduk asli Papua. Ada pula motif prada yang menggambarkan kekayaan alam Papua, terutama dalam melimpahnya tambang emas di Gunung Grasberg.

Motif lain yang menjadi keunggulan adalah motif Asmat, menggambarkan daya tarik akan keunikan dan tradisi patung ukir kayu dari suku asli Papua. Tak ketinggalan, motif tifa honai yang memiliki filosofi rumah khas masyarakat Papua yang unik dan menarik.

Itulah informasi seputar beragam motif batik yang unik dan cantik dari berbagai daerah #DiIndonesiaAja. Tentunya, masih banyak sekali motif batik lain yang tak kalah indah dan berhasil membuat siapa saja jatuh cinta saat melihatnya.

Jika tertarik untuk memiliki berbagai koleksi batik berkualitas dari para pengrajin lokal ini, Anda dapat #BeliKreatifLokal produk-produk tersebut secara online, lho! Sebab berbagai produk lokal khas Indonesia ini telah banyak tersedia di e-commerce maupun media sosial pelaku usahanya.

Sudah saatnya kita #BanggaBuatanIndonesia karena kualitas produknya yang terus berkembang kearah yang lebih baik. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno pun mengimbau masyarakat untuk membeli produk lokal yang kualitasnya tak kalah dengan produk luar negeri.

"Produk-produk lokal itu sudah keren, bagus, kualitasnya kelas dunia, harganya lebih terjangkau, juga ini bisa membantu para UMKM kita yang terdampak pandemi,” katanya.

Selain itu, momen peringatan Hari Batik Nasional ini sekaligus mengingatkan agar kita semua dapat terus mencintai kebudayaan dan tradisi yang telah ada sejak dahulu dan menjadi satu dengan tatanan masyarakat yang ada. Diharapkan, budaya ini dapat terus lestari dan dikenal hingga masa mendatang.

Selain dapat menambah koleksi pakaian Anda #DiRumahAja, membeli batik dari para pengrajin lokal juga dapat membantu menjalankan roda perekonomian UMKM di Indonesia. Sebab situasi pandemi Covid-19 memang memberikan dampak di semua lini kehidupan masyarakat, termasuk sektor ekonomi kreatif.

Meski begitu, hal ini nyatanya tak menyurutkan semangat para pelaku ekonomi kreatif untuk terus bertahan. Mereka terus berkolaborasi, berinovasi, dan displin menerapkan aspek-aspek #InDOnesiaCARE. Upaya ini tentunya dilakukan agar dapat membangkitkan kembali geliat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.

Nah, pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) saat ini, jangan lupa untuk membatasi mobilitas Anda dan tetaplah berada #DiRumahAja, ya! Jika terpaksa harus bepergian ke luar rumah, maka pastikan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan 6M demi meminimalisir penularan virus Covid-19.

Jangan lupa mencuci tangan dengan sabun, memakai masker yang benar, menjaga jarak, menghindari keramaian, menghindari makan bersama, serta mengurangi mobilitas. Jagalah kesehatan dan segera lakukan vaksinasi Covid-19 agar dapat mecapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

Selama berada #DiRumahAja, Anda dapat mengisi waktu luang dengan berbagai kegiatan yang seru dan bermanfaat, lho! Salah satunya dengan mengikuti Pesona Punya Kuis atau PUKIS yang diadakan pada hari Selasa setiap pekannya.

Pertama, follow akun Instagram @pesonaid_travel dan like unggahan PUKIS terbaru. Kemudian, jawablah pertanyaan yang diberikan melalui kolom komentar, jangan lupa mention tiga teman Anda agar tak ketinggalan informasi dan dapat memeriahkan kuis ini.

Beragam hadiah menarik telah menanti Anda, lho! Yuk, ikutan kuisnya!

(CM)

(FDA)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini