5 Jenis Batik yang Ada #DiIndonesiaAja, Penuh Filosofi

Yaomi Suhayatmi, Jurnalis · Sabtu 02 Oktober 2021 11:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 02 12 2480200 5-jenis-batik-yang-ada-diindonesiaaja-penuh-filosofi-b0SOT1QDKs.jpg Foto: Pixabay

Batik menjadi salah satu kain khas #DiIndonesiaAja yang telah ada sejak zaman dahulu ini merupakan pakaian anggota kerajaan. Seiring berjalannya waktu, batik menjadi kain yang dapat dikenakan oleh siapa pun. Kain yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 2009 ini juga sudah dimodifikasi menjadi ragam fesyen yang dapat digunakan di berbagai kegiatan, seperti kemeja, celana, rok, outer wear, tas, hingga sepatu.

Tidak hanya dijadikan ragam fesyen, kain batik juga memiliki motif yang berbeda-beda di berbagai daerah. Ciri khas ini lah membuat batik menjadi salah satu buah tangan andalan saat Anda berkunjung ke suatu daerah #DiIndonesiaAja. Di balik motif yang berbeda-beda, terdapat filosofi dan cerita yang mengesankan. Ditambah dengan proses pembuatannya yang cukup panjang menambah kekaguman kala mengenakannya.

Tak heran, jika berburu kain batik di beberapa daerah menjadi kegiatan wajib saat berlibur. Sebelum dapat berburu kain batik secara langsung, segera lakukan vaksinasi terlebih dahulu, ya! Namun, selama #DiRumahAja, Anda bisa #BeliKreatifLokal produk batik melalui berbagai platform digital. Jika masih belum cukup? Anda bisa mendapatkan informasi lainnya seputar batik, beragam produk kreatif lokal, hingga tempat berburu batik dengan follow akun Instagram @pesonaid_travel. Sembari menunggu saat yang tepat untuk berburu batik, simak dulu filosofi dari motif batik yang ada di berbagai daerah #DiIndonesiaAja, berikut ini.

1. Batik Mega Mendung, Cirebon, Jawa Barat

 

  (Foto: Instagram/@tissadabatik)

Batik Cirebon menjadi salah satu kain yang populer dengan beberapa motif khas, salah satunya ialah mega mendung. Batik dengan pola awan-awan yang termasuk dalam golongan wadasan atau batik keraton ini memiliki filosofi tentang kesabaran.

Mega mendung terdiri dari kata ‘mega’ yang berarti awan dan ‘mendung’ yang berarti langit redup sebelum turun hujan. Mendung di sini juga berarti kesabaran. Selain dengan gambarnya, mega mendung mempunyai khas dengan tujuh gradasi warna yang digunakan sebagai pelapis dengan maksud tujuh lapisan yang ada di langit.

Dengan proses pembuatan yang cukup sulit, jika hasil membatik semakin baik, maka orang tersebut merupakan orang yang telaten atau sabar. Maka dari itu, para pemakai batik mega mendung ini juga diharapkan memiliki sifat penyabar, teduh, dan dapat mendinginkan suasana.

 

2. Batik Buketan, Pekalongan, Jawa Tengah

 

(Foto: Instagram/@mirsopan)

Sesuai dengan sebutannya sebagai Kota Batik, Pekalongan memiliki ragam motif batik populer yang kerap dicari oleh para pencinta batik. Salah satunya, motif buketan yaitu motif khas bernuansa alam berupa bunga-bunga, lalu dilengkapi dengan warna-warna cerah, dan burung-burung. Buketan yang berasal dari bahasa Belanda ‘boeket’ berarti rangkaian bunga yang melambangkan kebahagiaan, kemurnian, kecantikan, dan keceriaan. Sedangkan, burung-burung pada motif ini menjadi simbol wibawa dan anggunnya seorang wanita.

 3. Batik Parang Kusumo, Solo, Jawa Tengah

 

 (Foto: Instagram/daniomahcanting)

Motif batik parang menjadi salah satu corak tertua di Indonesia yang terbagi menjadi tiga jenis, salah satunya ialah batik parang kusumo dari Solo. Memiliki motif yang menyerupai gambar ombak, kain batik klasik ini juga menyimpan filosofi tentang kehidupan.

Pasalnya, corak yang menyerupai ombak ini menggambarkan bagaimana ombak yang tidak pernah lelah menghantam karang serta bebatuan. Begitu pun dengan kehidupan yang penuh perjuangan dan usaha dalam mencapai keharuman lahir dan batin. Tanpa meninggalkan norma dan sopan santun.

Batik parang kusumo dari Solo dengan gambar yang sedikit lebih ramping dari Yogyakarta ini, biasa digunakan dalam acara tukar cincin. Tidak hanya itu, saat ini, batik parang kusumo juga telah dimodifikasi menjadi ragam fesyen yang dapat digunakan di berbagai acara.

4. Batik Sekar Jagad, Solo dan Yogyakarta

 

 (Foto: Instagram/@batikkerisemas)

Sekar jagad berasal dari kata ‘Kar’ yang berarti peta dalam bahasa Belanda dan ‘Jagad’ yang memiliki arti dunia di bahasa Jawa. Oleh karena itu, sekar jagad bermaksud untuk melambangkan keberagaman yang ada #DiIndonesiaAja maupun dunia. Selain itu, sekar jagad juga mempunyai arti keindahan. Sehingga, siapa saja yang mengenakan batik dengan motif ini terlihat memesona.

Ciri khas dari motif sekar jagad ialah gambar berupa perulangan geometris yang diletakkan secara bersisian, sehingga ada juga yang menyebutnya seperti deretan pulau-pulau. Motif batik yang telah berkembang sejak abad ke-18 ini telah dimodifikasi menjadi ragam fesyen, yang kerap menjadi andalan dalam berpakaian.

5. Batik Ulamsari Mas, Bali

 

(Foto: Instagram/@wirawanbatik)

Satwa laut berupa ikan dan udang menjadi ciri khas motif ulamsari mas yang berasal dari Bali. Bukan tanpa alasan, ikan dan udang menjadi simbol bagi alam bawah laut yang merupakan salah satu sumber mata pencaharian masyarakat Bali sebagai nelayan. Dengan begitu, motif ulamsari mas ini dapat diartikan sebagai simbol kesejahteraan masyarakat pesisir Bali.

Ciri khas beragam motif yang berbeda-beda dari setiap daerah yang ada #DiIndonesiaAja, membuat kain batik bisa menjadi buah tangan untuk orang-orang tersayang setelah selesai berlibur. Namun, di masa pandemi ini, Anda tetap bisa berburu fesyen batik lokal secara online dengan #BeliKreatifLokal melalui e-commerce yang ada di gawai Anda.

Dengan #BeliKreatifLokal ragam fesyen batik, Anda telah mendukung para pengrajin juga pelaku ekonomi kreatif lokal, lho! Menparekraf Sandiaga Uno dalam sebuah kesempatan mengatakan jika saat ini produksi batik tradisional telah melibatkan ratusan pembatik. Selain itu, Menparekraf juga berharap jika kain batik bisa menembus pasar mancanegara.

“Saat ini produksi batik tradisional sudah melibatkan ratusan pembatik dari masyarakat. Dengan konten kreatif dan penjualannya secara online, kita pastinya bisa tembus pasar ekspor.” Ujar Sandi.

Sebelum berburu kain batik yang penuh filosofi, jangan lupa untuk melakukan vaksinasi terlebih dahulu, ya! Agar segera terbentuk kekebalan tubuh guna melawan virus Covid-19. Terapkan juga protokol kesehatan 6M di manapun Anda berada demi menekan laju penyebaran Covid-19.

Sambil menanti waktu yang tepat untuk berlibur, Anda bisa melakukan beragam hal bermanfaat lainnya, salah satunya dengan mengikuti PUKIS atau Pesona Punya Kuis yang diadakan pada hari Selasa di setiap pekannya. Cara mengikutinya pun mudah, pertama Anda dapat follow akun Instagram @pesonaid_travel dan like unggahan PUKIS terbaru. Lalu jawab pertanyaan yang diberikan melalui kolom komentar. Mention juga tiga teman Anda untuk memeriahkan kuis ini.

Bagi Anda yang mengikuti kuisnya, akan ada beragam hadiah untuk para pemenang. Jangan sampai ketinggalan, ya!

(CM)

(FDA)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini