Jika Kondisi Lingkungan Tak Berubah, Kopi Bisa Punah?

Novie Fauziah, Jurnalis · Sabtu 02 Oktober 2021 07:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 02 298 2480093 jika-kondisi-lingkungan-tak-berubah-kopi-bisa-punah-lB86WlIQnY.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KOPI memang mungkin telah menjadi salah satu sajian yang paling digemari banyak orang. Tidak heran jika kemudian banyak warung kopi menjamur di Indonesia dengan berbagai konsep.

Tapi, bagaimana jika angka konsumsi kopi terus meningkat sehingga suplainya tidak lagi memenuhi? Atau bisa jadi kopi akan punah akibat perubahan iklim. 

Agroecosystem Program Manager dari Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI), Renata Puji Sumedi Hanggarawati menjelaskan, perubahan iklim tentu akan berdampak pada berbagai aspek kehidupan. 

Kopi

Salah satunya pada ekosistem dan bentang alam, dan pada makhluk hidup. Ia mencontohkan, dampak perubahan iklim sudah dirasakan. Hanya saja, kita tidak aware. Misalkan, perubahan siklus musim hujan dan kemarau.

Tanaman kopi juga tak dipungkiri akan ikut terdampak perubahan iklim. Musim makin sulit diprediksi, musim panen berubah, hama penyakit meningkat. Gejala itu sudah dikeluhkan oleh petani kopi di Sumatera dan Flores Manggarai, yang selama ini menjadi lokasi program Yayasan KEHATI. 

Degradasi lahan dan kondisi ekosistem yang tidak mendukung akan berdampak pada penurunan produksi kopi. Tapi, Puji meyakini, kopi tidak akan punah, selama manusia dapat turut mengurangi dampak perubahan iklim, baik dalam hal adaptasi maupun mitigasi.

Akan tetapi, lanjut dia, banyak faktor yang bisa menyebabkan menurunnya produksi kopi, misalnya sisi produktivitas, aspek lahan, serta aspek konsumsi.

"Memang ada estimasi bahwa sejumlah wilayah di kawasan Nusa Tenggara Timur, termasuk Flores, misalnya, akan jadi lebih kering. Hal ini tidak saja berdampak pada tanaman kopi, melainkan juga pada flora dan fauna yang hidup di daerah tersebut," katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, kanekaragaman hayati memang berpotensi terancam oleh perubahan iklim, apabila manusia tidak mampu melakukan intervensi dalam bentuk adaptasi dan mitigasi dengan baik.

Sementara itu, barista sekaligus pemilik kedai kopi, Viki Rahardja, melihat alasan lain mengapa kopi disebut-sebut akan langka. Ia menilai, dengan pertumbuhan kedai kopi yang begitu menjamur, suplai dan permintaan jadi tidak seimbang. 

Kemudian, produksi kopi di Indonesia tidak sebanding dengan pertumbuhan coffee shop yang begitu cepat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini