Share

Kasus Covid-19 Turun, Indonesia Harus Belajar dari Ledakan Kasus Rawat Inap di AS

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 04 Oktober 2021 11:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 04 481 2480900 kasus-covid-19-turun-indonesia-harus-belajar-dari-ledakan-kasus-rawat-inap-di-as-FAnuMiAPj7.jpeg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

KASUS Covid-19 di Tanah Air terus mengalami penurunan yang signifikan. Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i mengimbau masyarakat jangan lengah dan mengambil pelajaran dari kasus yang menimpa Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu.

Sebagaimana diketahui Negeri Paman Sam tersebut sempat menerapkan regulasi kepada masyarakatnya untuk tidak lagi menggunakan masker. Melepas masker diperbolehkan bagi masyarakat yang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis kedua.

Merangkum dari laman Instagram pribadi @dr.fajriaddai, Senin (4/10/2021), dr. Fajri mengatakan, ada sesuatu yang bisa dipelajari Indonesia dari kasus yang terjadi di AS. Bahwa masyarakat tidak boleh lengah, apalagi meremehkan Covid-19 yang saat ini sudah mereda.

Kasus Rawat Inap

"Biarpun kasusnya sudah mereda dan regulasi mereka sempat heboh dengan telah melepas masker, ternyata kasusnya meledak lagi. Bahkan sampai 100 ribu kasus rawat inap per hari. Artinya kalau dirawat inap, sakit Covid-19 nya itu tidak ringan, minimal ringan sampai berat," kata dr. Fajri.

Baca Juga : Heboh Obat Covid-19 Oral Molnupiravir Diklaim Cegah Kematian

Mengapa hal ini bisa terjadi, meski masyarakat sudah divaksin?

Menurut dr. Fajri, sejauh ini standar capaian vaksinasi Amerika memang lebih naik 56 persen. Tapi ternyata kasus Covid-19 ini terjadi pada banyak orang yang belum di vaksin. Artinya kita tidak bisa jumawa dan santai terhadap capaian vaksinasi yang tinggi.

"Ini menjadi pelajaran penting bagi Indonesia. Karena Indonesia saat ini kasusnya lagi rendah. Kala itu Amerika juga kasusnya seperti Indonesia, lagi mereda, namun tiba-tiba membengkak saat melawan varian delta. Sebab masyarakat sudah terbiasa tidak memakai masker karena regulasi kala itu," tambahnya.

Sebagaimana diketahui, varian Delta menuliki jumlah virus 1.200 kali lebih banyak dari varian sebelumnya. Dan ternyata bisa juga menyebabkan outbreak besar.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini