Waspada, Anemia Bisa Sebabkan Anak Stunting Loh

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Senin 04 Oktober 2021 21:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 04 481 2481076 waspada-anemia-bisa-sebabkan-anak-stunting-loh-zppDysok2m.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

STUNTING bisa dicegah sejak remaja yakni menjaga mereka agar tak anemia. Makanya orangtua perlu edukasi dan memenuhi kebutuhan gizi remaja.

Ahli Gizi Dr Rita Ramayulis DCN MKes menyebutkan, Riskesdas Kementerian Kesehatan RI 2018, sekitar 32 persen remaja mengalami anemia. Sebagian besar diakibatkan kekurangan zat besi atau anemia defisiensi besi.

 Anemia

"Anemia pada remaja perempuan akan mempunyai efek jangka panjang bahkan ketika mereka menjadi ibu yang akan hamil dan melahirkan seorang bayi," kata Rita Ramayulis dalam peluncuran buku Cegah Stunting Sebelum Genting: Peran Remaja dalam Pencegahan Stunting secara virtual.

Rita menambahkan, jika stunting tak dicegah, risikonya yakni kematian ibu saat melahirkan, bayi lahir prematur dan berat bayi lahir rendah (BBLR).

Namun sayangnya, saat ini hidup remaja tergolong tidak seimbang karena banyaknya makanan dan minuman kekinian yang gizinya tidak seimbang. Di samping adanya situasi kemajuan teknologi,

"Dua hal itu membuat mereka mengalami keterbatasan gerak. Di situ juga mulai ketidakseimbangan," ucapnya.

Menurut Rita, kondisi ini bisa diubah dengan cara mengubah gaya hidup. Gaya hidup sehat dimulai dari keluarga agar remaja bisa memutuskan mata rantai stunting.

CEO Global Tanoto Foundation, Dr J Satrijo Tanudjojo menekankan pentingnya kesadaran para remaja dan peran mereka dalam pencegahan stunting di Indonesia.

"Stunting merupakan masalah besar yang memerlukan atensi dari berbagai lapisan masyarakat termasuk kaum muda. Sejak sekarang para remaja Indonesia perlu memahami stunting, salah satunya lewat buku," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini