DBD dan HIV-AIDS Masih Jadi Tantangan Kesehatan di Papua

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Senin 04 Oktober 2021 16:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 04 612 2481060 dbd-dan-hiv-aids-masih-jadi-tantangan-kesehatan-di-papua-L9JzDx4oZ4.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

DEMAM Berdarah Dengue (DBD) dan HIV AIDS ternyata masih jadi tantangan masalah kesehatan di Papua. Tenaga kesehatan pun masih harus gencar mengedukasi akan bahaya penyakit tersebut. 

Bertepatan dengan gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua yang berlangsung 2 hingga 15 Oktober 2021 dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI yang akan berlangsung 2-15 November, tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan telah disiagakan. Mereka sekaligus memberi edukasi soal pandemi Covid-19 dan penyakit endemis kepada masyarakat.

Kementerian Kesehatan telah membangun fasilitas dan sarana pendukung kesehatan, yang telah disiapkan di tempat-tempat wilayah pertandingan. PON XX Papua dilakukan di empat wilayah berbeda, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke.

 DBD

Di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura ada 9 rumah sakit, di Kabupaten Merauke ada tiga rumah sakit, dan di Kabupaten Mimika ada tiga rumah sakit.

Ada pula 51 ambulans yang disiagakan di sejumlah tempat pertandingan.Lalu ditambah poli-poli kesehatan di setiap tempat pertandingan.

Selain itu, tenaga kesehatan dan pendukung layanan kesehatan juga telah disiapkan. Total ada 54 tim kesehatan, 420 dokter dan perawat, pengemudi 110 orang dan didukung 1.000 relawan.

Dari 420 dokter dan  perawat akan ditempatkan disejumlah daerah yaitu di Kota Jayapura sebanyak 115 orang, Kabupaten Jayapura  sebanyak 115 orang, Kabupaten Merauke sebanyak 100 orang serta Kabupaten Mimika sebanyak 90 orang.

Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Kesehatan, dr. Imran Agus Nurali, SpKO, mengatakan, tenaga kesehatan gencar sekali melakukan edukasi soal protokol kesehatan dan penyakit endemis.

"Ini dilakukan baik kepada pihak-pihak yang terlibat langsung dalam kegiatan PON seperti atlet, wasit, official dan lainnya, juga kepada masyarakat yang akan menyaksikan pertandingan. Seluruhnya harus bebas dari Covid-19," ujarnya.

Imron menambahkan, protokol kesehatan pun semakin diperketat selama gelaran PON XX. Mulai dari pemeriksaan sertifikat vaksinasi Covid-19 dan atau hasil swab PCR bagi mereka yang datang dari luar Papua.

"Nantinya saat mereka akan meninggalkan Papua juga wajib dilakukan pemeriksaan swab. Dengan demikian diharapkan menekan sekecil mungkin kemungkinan penyebaran Covid-19," tambahnya 

Di samping itu, edukasi soal penyakit endemis di Papua pun disampaikan ke masyarakat. Seperti Malaria yang kasusnya masih cukup tinggi.

"Selain itu juga DBD dan HIV-AIDS yang masih menjadi potensi masalah kesehatan yang perlu diperhatikan bagi yang datang ke Papua," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini