Anak Usia 5 hingga 19 Tahun Rawan Alami Mata Minus

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 05 Oktober 2021 13:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 05 481 2481531 anak-usia-5-hingga-19-tahun-rawan-alami-mata-minus-nd5fVA7XIR.jpg Ilustrasi. (Foto: Pedriaticeyesassociates)

ANAK-anak usia 5-19 tahun di Indonesia ternyata banyak gangguan refraksi mata atau mata minus. Jika anak mengalami gangguan penglihatan, maka aktivitasnya akan terganggu.

Deputy CEO Kasoem Group Dr. Madhita Kasoem mengatakan, gangguan penglihatan merupakan masalah kesehatan yang sangat penting dan membutuhkan perhatian khusus. Terutama pada anak-anak usia sekolah.

"Saat ini sekira 10 persen dari 66 juta anak usia sekolah (5 - 19 tahun) mengalami gangguan mata akibat kelainan refraksi," katanya di sela Grand Opening Kasoem Vision Care Gandaria City, baru-baru ini.

 cek mata

Menurut data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 pula, sekira 4,6 persen dari total populasi penduduk Indonesia memakai kacamata refraksi atau kacamata minus.

Dokter Madhita pun mengingatkan kepada orangtua agar secara berkala melakukan deteksi dini.

Jika diabaikan, kata Dokter Madhita,  masalah ini akan sangat mengganggu anak-anak dalam meraih prestasi dengan optimal di sekolahnya.

Dijelaskan lebih lanjut, pemeriksaan mata secara berkala tidak memiliki batasan usia. Pemeriksaan bisa dilakukan oleh orang tua, anak anak ataupun dewasa.

"Banyak orangtua yang merasa kesulitan jika mengajak putra-putrinya mememeriksakan mata anak di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya. Maka kami ingin mengajak masyarakat memeriksakan mata secara lengkap dan detail sambil berjalan jalan di mal misalnya," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini