Antibodi Vaksin Pfizer Turun 10 Kali Lipat dalam 7 Bulan

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 05 Oktober 2021 22:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 05 612 2481734 antibodi-vaksin-pfizer-turun-10-kali-lipat-dalam-7-bulan-zRFAYB2cTB.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

EFEKTIVITAS vaksin COVID-19 memang tidak bisa bertahan selamanya. Dalam jangka waktu tertentu, efektivitas vaksin di tubuh akan mengalami degradasi dan kemampuan membuat antibodinya pun berkurang.

Bahkan, vaksin yang memiliki efikasi tinggi seperti Pfizer-BioNTech, efektivitasnya kemungkinan berkurang setelah 7 bulan, demikian temuan sebuah studi yang diterbitkan di bioRxiv.

Dalam studi yang belum secara resmi diterbitkan dalam jurnal medis, peneliti menganalisis sampel darah dari 46 orang dewasa muda atau setengah baya yang sehat setelah mereka menerima dua dosis, dan 6 bulan setelah dosis kedua.

"Studi kami menunjukkan vaksin Pfizer-BioNTech menginduksi antibodi penetralisir tingkat tinggi, tetapi kemudian turun hampir 10 kali lipat dalam 7 bulan," kata para peneliti seperti dilansir Antara dari Reuters.

Pada sekira setengah dari orang dewasa yang diteliti, antibodi penetralisir tidak terdeteksi pada 6 bulan setelah dosis kedua, terutama terhadap varian virus corona seperti Delta, Beta, dan Mu.

Antibodi penetralisir hanya bagian dari pertahanan kekebalan tubuh terhadap virus tetapi sangat penting melindungi tubuh terhadap infeksi virus corona. "Temuan ini menunjukkan pemberian dosis booster sekitar 6 sampai 7 bulan setelah imunisasi awal kemungkinan akan meningkatkan perlindungan," kata para peneliti.

Sementara itu, pihak BioNTech seperti dikutip dari Financial Times dan WebMD mengatakan, formula vaksin baru kemungkinan akan dibutuhkan pada pertengahan 2022 untuk melindungi dari mutasi virus di masa depan.

"Tahun ini, (vaksin yang berbeda) sama sekali tidak dibutuhkan, tetapi pada pertengahan tahun depan, situasinya bisa berbeda," kata

salah satu pendiri dan CEO BioNTech, Ugur Sahin, MD.

Dia menuturkan, virus corona akan tetap ada dan terus beradaptasi. Menurut dia, ini evolusi berkelanjutan yang baru saja dimulai.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini