Di Forum ASEAN, Menkes Budi Beberkan 4 Strategi Kendalikan Pandemi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 06 Oktober 2021 11:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 06 481 2482020 di-forum-asean-menkes-budi-beberkan-4-strategi-kendalikan-pandemi-PxClzpuza6.jpg Pandemi Covid-19 (Foto: CBC)

SAAT ini Indonesia bisa dikatakan mampu mengendalikan pandemi Covid-19 dengan cukup baik. Pernah menyentuh angka kasus harian di angka 56.767 kasus di 15 Juli 2021, per 5 Oktober kasus harian Covid-19 sebanyak 1.404 kasus.

Ini bukan tanpa alasan. Perjuangan panjang yang dilakukan tak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat yang menjadi kunci utama dari penyebaran kasus di komunitasnya.

Dari segi pemerintah, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan ada 4 hal utama yang dikerjakan untuk menekan penyebaran virus di masyarakat. Apa saja?

 Menkes Budi

1. Mengaktifkan kebijakan wajib menjalankan protokol kesehatan

Ini berkaitan dengan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, menggunakan masker, dan menjaga jarak.

"Poin pertama ini yang menurut kami sangat penting dalam pengendalian penyebaran virus di masyarakat. Sebab, membuat orang-orang memiliki kehidupan yang sehat sebelum mereka sakit," katanya di webinar webinar Special Ministerial Conference for ASEAN Digital Public Health, Rabu (6/10/2021).

2. Penguatan 3T (tracing, testing, dan treatment)

Menurut Menteri Budi, hingga sekarang tracing yang sudah dilakukan Indonesia sudah sangat baik. Ini juga berkaitan dengan testing genom sequencing yang sudah begitu masih dikerjakan di Indonesia.

"Sebelum 2021, kami mengerjakan genom sequencing 240 tes di 9 bulan pengerjaan. Sekarang, dengan durasi waktu yang sama, kami sudah mampu mengerjakan hampir 8.000 tes," terang Menkes Budi.

3. Vaksinasi yang masif

Vaksinasi menjadi salah satu senjata yang baik dalam penanganan pandemi dan itu sudah dibuktikan di Indonesia. Per sejam yang lalu, kata Menkes Budi, Indonesia sudah menyuntikkan 150 juta dosis vaksin (akumulasi dosis pertama dan kedua).

"Perlu diketahui, kami memulai vaksinasi Covid-19 pada 13 Januari 2021 dan berhasil menyuntikkan 15 juta di 8 Juli. Kami berharap dapat menyuntikkan 300 juta di 2021 dan menyelesaikan semua cakupan vaksinasi sebanyak 400 juta di akhir Januari, yang artinya vaksinasi berjalan dalam setahun," papar Menkes.

4. Terapeutik yang terkoneksi dengan teknologi

Di paparan strategi ini, Menkes Budi menyoroti soal bagaimana teknologi membantu pengendalian pandemi dari segi terapeutik. Ya, pemerintah berkolaborasi dengan beberapa startup kesehatan untuk memfasilitasi masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

Bukan hanya soal telemedis, tetapi juga mendapatkan obat tanpa harus berkonsultasi langsung dengan dokter atau berkunjung ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan. Menurut Menkes, ini sangat bermanfaat dan mengurangi mobilitas masyarakat di luar rumah karena berisiko terjadinya penyebaran virus.

"Kemenkes bekerja sama dengan 15 startup kesehatan dan dari aplikasi yang mereka hadirkan, telemedis bisa diakses oleh masyarakat. Startup tersebut juga menyediakan layanan pengantaran obat secara gratis ke pasien yang sedang melakukan isolasi mandiri di rumah," ujar Menkes Budi.

"Obat yang diantarkan berbasis resep dokter yang sebelumnya si pasien sudah melakukan telemedis di aplikasi tersebut. Obat tersebut bisa berupa antivirus, antibiotik, pun vitamin," tambahnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini