Finlandia Sediakan Vaksin Covid-19 untuk Mink, Epidemiolog Geram!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 07 Oktober 2021 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 07 481 2482596 finlandia-sediakan-vaksin-covid-19-untuk-mink-epidemiolog-geram-IVB9bML6zR.jpg Ilustrasi (Foto : NDTV)

HEWAN Mink di Finlandia mendapat jatah vaksin Covid-19 sebanyak 500.000 dosis. Hal ini berkaitan dengan menekan risiko kontaminasi virus dari mink ke manusia.

Rencana tersebut mendapat kritik keras dari Epidemiolog Johns Hopkins Eric Feigl-Ding. Dia membandingkan dengan cakupan vaksinasi negara miskin yang masih sangat kecil.

"Sementara negara miskin baru 3% cakupan vaksinasi Covid-19-nya, Finlandia berencana memvaksin hewan berbulu, mink, sebanyak dua dosis dengan stok vaksin sebanyak 500.000 dosis," tegasnya di Twitter, dikutip MNC Portal, Kamis (7/10/2021).

"Tujuan negara itu adalah supaya manusia tetap bisa memakai bulu (dalam bentuk produk fashion). Tapi, di sisi lain banyak orang sekarat karena tak dapat vaksin. Mari kita perbanyak target vaksin untuk manusia, bukan perdagangan bulu," tambahnya cukup keras.

Mink

Bukan hanya negara miskin yang belum mendapat cukup vaksin Covid-19, tapi dr Ding juga menekankan bahwa manusia saat ini membutuhkan yang namanya vaksin booster. Ia mengambil contoh kasus Singapura.

"Boosters urgently! Gelombang Covid-19 di Singapura melonjak sangat tinggi, 50% kasus perlu perawatan di rumah sakit dan 32% lebih tinggi angka kematiannya. Ada 98% kasus baru dengan tanpa gejala atau ringan, padahal 83% populasi Singapura sudah divaksin dosis lengkap. Vaksin memang berhasil, tetapi varian Delta membawa risiko lain," katanya.

Baca Juga : Finlandia Segera Suntik Vaksin Covid-19 ke Hewan Mink

Karena alasan tersebut, dr Ding mengharapkan agar vaksinasi untuk hewan untuk saat ini sebaiknya ditunda terlebih dulu sampai manusia mendapatkan vaksin secara merata. Bahkan, dia mendapat informasi bahwa Finlandia sudah menyiapkan booster vaksin untuk hewan mink.

Di sisi lain, pemerintah Finlandia menekankan sebelumnya bahwa vaksin yang dipakai untuk mink itu berbeda dengan yang dipakai manusia. Kemudian, dipastikan juga bahwa vaksinasi akan dilakukan jika cakupan vaksin manusia sudah tercapai seluruhnya.

Tapi, dr Ding dengan tegas menyatakan bahwa meski vaksinnya berbeda, tapi bahan baku yang dipakai sama. Artinya, tetap saja ada pengambilan sumber daya yang seharusnya untuk manusia, tetapi dialihkan ke hewan mink yang urgensinya belum begitu nyata karena hingga sekarang belum ada laporan penyebaran Covid-19 dari mink ke manusia.

"Memang, vaksin yang dipakai untuk mink adalah FurcoVac atau vaksin eksperimental khusus untuk hewan, tapi bahan baku yang dipakai itu sama dan dibutuhkan untuk pembuatan vaksin manusia," terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini