BPOM Sebut Vaksin Covid-19 yang Cukup Aman untuk Anak-Anak

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 07 Oktober 2021 23:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 07 481 2482766 bpom-sebut-vaksin-covid-19-yang-cukup-aman-untuk-anak-anak-TKckit5CqI.jpg Vaksin untuk anak (Foto: Sukardi)

RUPANYA vaksin Covid-19 untuk anak-anak di Indonesia sampai sekarang belum tersedia. Jenis vaksin yang ada sekarang maksimal diberikan untuk usia 12 tahun ke atas.

Sudah banyak permintaan anak-anak diberikan vaksin Covid-19, mengingat kelompok usia tersebut sudah kembali bersekolah tatap muka. Artinya, risiko penyebaran menjadi sangat terbuka, karena 'senjata' anak-anak itu hanya protokol kesehatan dalam melawan Covid-19.

 Vaksin Covid-19

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun menyatakan bahwa sampai saat ini belum ada vaksin Covid-19 yang memenuhi standar untuk diberikan ke anak-anak. Alasannya sangat jelas, ini berkaitan dengan keamanan generasi suatu bangsa.

"Kami masih menunggu data terkait dengan vaksin Covid-19 untuk anak-anak. Sudah ada beberapa platform vaksin yang diusulkan yaitu Sinopharm dan Sinovac, tapi kami tegaskan masih ada data-data dari mereka yang perlu dilengkapi lagi," papar Kepala BPOM Penny K. Lukito dalam konferensi pers virtual, Kamis (7/10/2021).

"Sinopharm sendiri sudah kami terima datanya (terkait pemberian vaksin untuk anak-anak). Segera (jika datanya sudah benar-benar lengkap) kami bisa memberikan izin penggunaan darurat (EUA). Pada pemberian vaksin kelompok usia anak-anak, diperlukan ekstra perhatian karena mereka ini kelompok rentan," lanjut Penny.

Vaksinasi anak-anak sendiri merupakan bagian dari target pemerintah dalam program vaksinasi Covid-19. Tapi, tekan Penny, usia anak-anak adalah usia yang rentan, sehingga dalam dunia Sains, soal pengembangan, pengujian, dan evaluasi hasil uji klinik vaksin dilakukan dengan sangat hati-hati.

"Aspek keamanan jadi sangat penting, termasuk juga aspek imunogenisitas. Tapi, aspek keamanan pada vaksinasi anak-anak itu teramat penting, sehingga sekarang kami masih menunggu data lebih lengkap lagi," tambahnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini