Vaksin Zifivax Diklaim Efektif Lawan Varian Corona

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 07 Oktober 2021 15:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 07 481 2482771 vaksin-zifivax-diklaim-efektif-lawan-varian-corona-5KHqVYgNnU.jpg Vaksin Covid-19 (Foto: University bussines)

RUPANYA vaksin Covid-19 Zifivax yang dikembangkan Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical asal China mendapat izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kamis (7/10/2021).

Keluarnya izin tersebut tentu memerlukan waktu yang panjang dengan evaluasi dan penilaian yang ketat untuk memastikan keamanan bagi masyarakat. Di situ jugalah peran BPOM sebagai penentu keluarnya EUA suatu vaksin Covid-19.

 Vaksin Covid-19

Vaksin Zifivax sendiri dibuat dengan teknologi rekombinan subunit. Teknik ini diklaim beberapa ahli akan lebih aman bagi pasien dengan immunocompromised.

Bicara soal efektivitas vaksin, menurut Kepala BPOM Penny K. Lukito, vaksin Zifivax menawarkan perlindungan yang cukup baik bagi tubuh manusia terhadap Covid-19, yaitu 81,71% dihitung mulai 7 hari setelah vaksinasi lengkap dan 81,4% mulai 14 hari setelah mendapat vaksinasi lengkap.

Secara detail, efektivitas vaksin dilihat dari populasi usia masyarakat, pada kelompok usia dewasa 18-59 tahun (81,5%), populasi lansia di atas 65 tahun (87,6%), dan populasi Indonesia secara keseluruhan (79,88%).

Bagaimana dengan perlindungan terhadap varian baru corona?

Menurut hasil uji klinis yang dilakukan di Bandung dan Jakarta, vaksin Zifivax yang diberikan sebanyak 3 dosis dengan interval waktu 1 bulan tersebut dinilai baik melawan varian baru Covid-19.

"Vaksin menunjukkan efikasi terhadap varian Covid-19, pada varian Alfa sebesar 92,93%, terhadap varian Gamma 100%, varian Delta 77,47%, dan varian Kappa 90%," papar Penny.

Bicara mengenai efek samping, berdasarkan uji klinis, vaksin Zifivax dilaporkan dapat ditoleransi oleh tubuh dengan efek samping paling sering terjadi adalah nyeri di tempat suntikan. "Efek sistemik yang muncul ialah sakit kepala, kelelahan, dan demam," tambah Penny.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini