Mengenal Istilah Third Hand Smoke, Bahayanya Tak Cuma ke Tubuh Kita Loh

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Kamis 07 Oktober 2021 18:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 07 481 2482871 mengenal-istilah-third-hand-smoke-bahayanya-tak-cuma-ke-tubuh-kita-loh-9pcYDXqn69.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BILA Anda merokok di dalam rumah, bahaya third hand smoke rawan mengintai. Selain itu, anggota keluarga, orangtua maupun anak di rumah akan menjadi perokok pasif.

Third hand smoke menjadi istilah dari bahan tinggalan asap rokok yang mengandung residu nikotin dan bahan kimia lainnya. Di samping itu, third hand smoke juga meninggalkan bau asap rokok area rumah. Begitu juga abu rokok bisa berserakan membuat lantai rumah menjadi kotor.

Selain third hand smoke, ada juga perokok pasif yang turut merasakan dampaknya bagi kesehatan. Ketika seseorang menjadi perokok pasif, risiko terkenal penyakit mematikan juga akan lebih parah.

Studi terbaru yang dilakukan King’s College London menjelaskan bahwa 50 persen perokok pasif berisiko terkena kanker mulut dan tenggorokan. Apalagi jika terpapar asap rokok dalam jangka waktu yang panjang, maka risikonya bisa meningkat berkali-kali lipat.

Bagi anak-anak, paparan asap rokok sejak dini tentu juga berbahaya. Hazel Cheeseman, dari kelompok kampanye Action on Smoking and Health menyarankan, orangtua atau anggota keluarga lainnya perlu menghindar.

“Studi terbaru ini semakin memperkuat bahwa perokok seharusnya merokok di luar ruangan, untuk melindungi anak-anak dari bahaya. Namun cara terbaik untuk melindungi mereka adalah jika para orang tua berhenti merokok,” kata Hazel seperti dikutip dari BBC.

Untuk mencegah timbulnya perokok pasif maupun third hand smoke, Anda perlu melakukan empat tips berikut ini.

Berhenti merokok

 rokok

Berhenti merokok adalah jalan terbaik untuk melindungi keluarga dari bahaya third hand smoe maupun perokok pasif. Karena partikel dari asap rokok berpotensi tertinggal dan bertahan di permukaan furnitur dan bagian dalam rumah hingga bertahun-tahun. I

“Anak-anak dan orang dewasa yang tidak merokok mungkin berisiko mengalami masalah kesehatan ketika mereka menghirup, menelan, atau menyentuh zat yang berasal dari asap rokok. Satu-satunya cara untuk melindungi non-perokok dari thirdhand smoke adalah dengan menciptakan lingkungan bebas asap rokok,” kata Dr J. Taylor Hays, M.D dari Mayo Clinic.


Menjauh

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan agar semua anak dilindungi dari asap rokok. Sebaiknya jangan merokok di dalam rumah atau mobil.

Residu dari asap rokok bisa menempel di beberapa area, seperti pakaian dan rambut perokok, furnitur, lantai, maupun jok mobil. Anda akan kesulitan menghilangkan residu dari ruangan atau mobil dengan kipas angin, penyedot debu, atau pendingin ruangan.

“Menurut saya, anak-anak adalah yang paling rentan terhadap asap rokok karena paparannya menempel di permukaan seperti lantai, pakaian mereka serta benda-benda lain di rumah,” kata ahli paru-paru Humberto Choi, MD, dikutip dari health.clevelandclinic.org.

Ganti kebiasan merokok dengan kegiatan lain

Setelh berniat ebrhenti merokok, lakukan kegiatan yang menyenangkan yang membuat Anda teralihkan. Pilih kegiatan yang lebih sehat, misalnya berolahraga, nonton film bareng pasangan, menata rumah agar lebih rapi hingga kegiatan berkebun.

Olahraga juga terbukti dapat memicu otak mengerluakan hormon serotonin, endorphin, dan terutama dopamin alias hormon yang menstimulasikan rasa bahagia dalam diri. Ini tentu bisa menjadi pengalih perhatian kamu untuk tidak merokok. 

Intinya, lakukan kegiatan bersama agar pasangan kamu tidak punya kesempatan untuk merokok dan membantu dia dalam mengalihkan sugesti merokok. Jika sudah terbiasa tidak merokok, itu akan memudahkan dia berhenti merokok.


Tembakau alternatif

Berhenti merokok memang sulit, tapi alangkah baiknya Anda mencoba. Jika dirasa sulit, sebagian peneliti juga menyarankan Anda untuk memilih produk tembakau alternatif. Banyak penelitian yang menjelaskan, produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektrik, maupun snus, memiliki risiko yang jauh lebih rendah dibandingkan rokok.

Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) bersama SkyLab-Med di Yunani pada 2019 lalu. Hasilnya, uap yang dihasilkan oleh produk tembakau yang dipanaskan dan rokok elektrik, memiliki kandungan bahaya yang jauh lebih rendah dibandingkan asap rokok. Artinya, risiko yang dihadapi oleh perokok juga akan menurun jika beralih ke produk tembakau alternatif.

“Ribuan orang di Inggris telah berhenti merokok dengan bantuan produk tembakau alternatif. Sejauh ini, tidak ada bukti bahwa produk tembakau alternatif menyebabkan kerugian bagi orang lain di sekitar Anda. Hal ini berbeda dengan asap rokok yang diketahui sangat berbahaya bagi kesehatan,” demikian pernyatan National Health Service Inggris di laman resminya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini