Waspada Resistensi Antimikroba yang Bikin Pengobatan Jadi Tak Efektif

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 08 Oktober 2021 10:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 08 481 2483069 waspada-resistensi-antimikroba-yang-bikin-pengobatan-jadi-tak-efektif-244Eto5hzw.jpeg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

PENGENDALIAN Resistansi Antimikroba (AMR) pada pasien infeksi di Intensive Care Unit (ICU) sangat penting untuk dilakukan. Apabila tidak dikendalikan, AMR dapat menyebabkan ketidakefektifan dalam penanganan infeksi.

Sebagaimana diketahui, Infeksi yang disertai dengan resistansi antimikroba dapat menyebabkan pasien tinggal lebih lama di rumah sakit. Hal ini mengakibatkan biaya perawatan dan pengobatan menjadi mahal, bahkan dapat menimbulkan kematian.

Resisten Antimikroba

Oleh sebab itu, AMR merupakan tantangan di bidang kesehatan manusia dan kesehatan hewan dengan skala global yang perlu ditekan penyebarannya. Untuk mencapai hal ini, sangat penting untuk menekankan pendekatan One Health bagi masyarakat.

Upaya ini dapat melibatkan koordinasi berbagai sektor dan tokoh internasional, termasuk pakar kesehatan manusia dan hewan, agrikultur, finansial, lingkungan, dan konsumen.

Baca Juga : Hati-Hati Resistensi Antibiotik dan Antimikrobial

Ketua Perhimpunan Pengendalian Infeksi Indonesia (PERDALIN), Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari, Sp.A (K), M.TropPaed, mengatakan tanpa aksi yang nyata dan koordinasi semua sektor, dunia akan menuju ke era pasca antibiotik sehingga infeksi tidak dapat ditangani dan menyebabkan kematian.

Ia menambahkan bahwa resisten antimikroba merupakan masalah kesehatan global yang sangat serius. Terdapat kekhawatiran tentang semakin meningkatnya superbug yang resistan terhadap antimikroba sekaligus (multi-drugs resistance, MDR).

AMR dapat terjadi karena penggunaan antibiotik yang tidak tepat pada berbagai sektor. Penyebaran bakteri yang mengandung gen pembawa sifat AMR dapat berakibat kepada masyarakat. Mereka menjadi terpapar AMR melalui infeksi, makanan, dan lingkungan, khususnya di ICU yang merawat pasien berat.

"Infeksi yang timbul akibat patogen tersebut dalam banyak kasus tidak responsif terhadap pengobatan yang saat ini tersedia. Studi epidemiologi tentang S.pneumoniae berhubungan dengan munculnya krisis AMR telah dilaporkan di China," lanjutnya.

Krisis ini semakin memburuk dan telah menjadi masalah keamanan publik dan global yang dapat menyebabkan bahaya serius bagi kesehatan manusia dan hewan serta lingkungan. Kondisi ini disebabkan karena munculnya resistansi bakteri jauh lebih cepat dibandingkan dengan penemuan agen antimikroba baru.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini