BPOM: Vaksin Zifivax Penuhi Aspek Kehalalan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 08 Oktober 2021 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 08 481 2483103 bpom-vaksin-zifivax-penuhi-aspek-kehalalan-5qNhmzK3hq.jpeg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

VAKSIN Zifivax resmi mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Vaksin yang dikembangkan Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical asal China tersebut pun diketahui sudah memenuhi aspek kehalalan.

Namun, diterangkan Kepala BPOM Penny K. Lukito, soal kepastian kehalalan, ada baiknya menunggu keputusan langsung Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang akan disampaikan kemudian.

"Vaksin Zifivax sudah memenuhi aspek kehalalan, tapi MUI yang akan menyampaikan secara lengkap hasil analisisnya," terang Penny di konferensi pers virtual, Kamis (7/10/2021).

Vaksin Covid-19

Penny melanjutkan, BPOM juga melihat bahwa PT Jbio selaku pemegang lisensi vaksin Zifivax ini memiliki roadmap untuk menyediakan berbagai vaksin halal, tak hanya vaksin Covid-19. Artinya, nanti akan banyak dilahirkan vaksin halal dari perusahaan tersebut.

"Bukan hanya vaksin Covid-19 yang memenuhi aspek kehalalan, tetapi perusahaan farmasi tersebut pun akan membuat vaksin halal yang berkaitan dengan penyakit MMR, meningitis, dan lainnya," tambah Penny.

Baca Juga : BPOM Beri Lampu Vaksin Zifivax Bisa Jadi Booster

Di sisi lain, Direktur Utama Jbio Mahendra Suhardono mengungkapkan bahwa produksi vaksin Zifivax ini dipastikan sudah mengikuti alur yang diminta MUI untuk mencapai kehalalan suatu produk farmasi.

"Jadi, tinggal MUI saja nanti yang sampaikan pernyataannya. Tapi kami berkomitmen untuk bisa memenuhi semua alur yang diminta MUI, termasuk juga BPOM untuk memastikan aspek keamanan maupun efikasi vaksin kami," ungkapnya.

Hingga saat ini, vaksin Covid-19 yang sudah mendapat sertifikasi halal MUI antara lain Sinovac, Sinopharm, Pfizer, dan Moderna. Namun, baru Sinovac yang memenuhi kehalalan pada aspek bahan baku, bahan tambahan, dan proses serta bahan penolong. Meski begitu, penggunaan vaksin masih diperbolehkan dengan alasan kedaruratan.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini