Patah Hati Akibat Di-ghosting, Ini 5 Alasan Mereka Tega Melakukannya

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Jum'at 08 Oktober 2021 23:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 08 612 2483343 patah-hati-akibat-di-ghosting-ini-5-alasan-mereka-tega-melakukannya-Sl873qUwav.jpg Melakukan ghosting (Foto: Tiny budha)

PATAH hati akibat di-ghosting rasanya memang sangat menghancurkan hati. Orang yang Anda sayangi tiba-tiba menghilang tanpa kabar begitu saja, menutup komunikas dengan cara memblokir semua kontak dan media sosial Anda.

Ghosting sering menyebabkan orang yang ditinggalkan merasa sangat kehilangan, bahkan menimbulkan trauma bagi yang ditinggalkan.

Melansir dari sebuah video, Dokter Gea menjelaskan terdapat beberapa alasan yang membuat seseorang melakukan ghosting.

 sedih di-ghosting

1. Merasa takut dikecewakan

Sebagian besar pelaku ghosting memiliki ketakutan terhadap hubungan yang dijalaninya, baik takut dikecewakan atau takut merasakan sakit bila nanti hubungannya harus berakhir. Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk melakukan ghosting agar terbebas dari rasa takut tersebut.

2. Menghindari konflik

Perbedaan pendapat dalam sebuah hubungan merupakan hal yang biasa jika terjadi konflik. Apalagi bila hubungan tersebut sudah sangat dekat secara emosional. Tidak semua orang siap menghadapi konflik dalam hubungan, dan hal ini menjadi alasan seseorang untuk melakukan ghosting.

3. Menghindari pertengkaran

Saat suatu hubungan tidak lagi terasa nyaman, tidak semua orang juga bisa dengan mudah mengucapkan kata-kata perpisahan. Hingga akhirnya, ghosting atau silent treatment pun menjadi pilihan yang untuk memutuskan hubungan tanpa harus berdebat dan menjelaskan alasan kepergiannya.

 

4. Ingin keluar dari toxic relationship

Hubungan toxic bisa berdampak negatif dalam kehidupan seseorang. Melakukan ghosting kadang dianggap sebagai jalan keluar untuk melindungi diri dari toxic relationship.

5. Merasa muak

Seseorang melakukan ghosting karena sudah merasa muak terhadap pacarnya. Mungkin pelaku sangat kecewa dengan sikap sang pacar yang telah meremehkan atau menunjukkan sikap tidak respek kepada pelaku. Oleh karena itu pelaku memilih ghosting meninggalkan si pacar karena sudah muak maksimal dengan sikapnya dan tak ingin ada urusan apapun lagi!

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini