Tak Mau Sekolah Jadi Klaster Baru, Pemerintah Siapkan 2 Strategi Penanganan Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 08 Oktober 2021 18:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 08 612 2483430 tak-mau-sekolah-jadi-klaster-baru-pemerintah-siapkan-2-strategi-penanganan-covid-19-RiUU0ZN8ay.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PEMBELAJARAN tatap muka (PTM) kembali dimulai pemerintah. Sayangnya pada minggu-minggu awal dimulai, dilaporkan banyak siswa yang terinfeksi Covid-19 sehingga menimbulkan klaster baru yang muncul di sekolah.

Oleh sebab itu, regulasi serta protokol kesehatan yang ketat wajib diterapkan untuk mencegah munculnya klaster. Merangkum dari laman Instagram resmi Satgas Covid-19, bidang Perubahan Perilaku, @satgasperubahanperilaku, Jumat (8/10/2021), berikut strateginya.

1. Strategi protokol kesehatan (Perubahan perilaku atau 3M)

2. Strategi deteksi atau surveilans atau 3T

- Pastikan pelaksanaan tes acak di satuan pendidikan.

- Integrasi aplikasi PeduliLindungi pada satuan pendidikan.

Adapun indikator positivity rate untuk penyesuaian kebijakan PTM terbatas sebagai berikut:

1. Sekolah dengan positivity rate <1%

- Deteksi pihak yang positif Covid-19 untuk dikarantina dan yang kontak erat diisolasi.

- Sekolah tetap berjalan.

2. Sekolah dengan positivity rate 1-5%

- Anggota rombongan belajar dites dan dikarantina.

- PTM terbatas tetap berjalan.

3. Sekolah dengan positivity rate >5%

- Seluruh anggota sekolah dites dan dikarantina.

- PTM terbatas dihentikan sementara, pembelajaran jarak jauh (PJJ) dilakukan selama 14 hari.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini