Ketahui 4 Kelompok Rentan Covid-19 serta Upaya Melindunginya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 09 Oktober 2021 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 09 481 2483697 ketahui-4-kelompok-rentan-covid-19-serta-upaya-melindunginya-mpN88p1QFn.jpg Ilustrasi kelompok rentan covid-19. (Foto: Arif Julianto/Okezone)

SELAMA masa pandemi terdapat kelompok rentan terpapar covid-19. Mereka merupakan kelompok masyarakat berisiko tinggi karena berada dalam situasi dan kondisi yang kurang memiliki kemampuan mempersiapkan diri dalam menghadapi pandemi covid-19.

Dikutip dari unggahan akun Instagram Satgas Covid-19 Bidang Perubahan Perilaku, @satgasperubahanperilaku, Sabtu (9/10/2021), ada empat kategori masyarakat yang masuk kelompok rentan covid-19, yakni:

Baca juga: Indonesia Diminta Tetap Waspada, Belajar Ledakan Kasus Covid-19 di Singapura dan Korea 

1. Kelompok masyarakat miskin dan sangat miskin

Hambatan vaksinasi:

- Infrastruktur: akses, jarak, rantai dingin, informasi.

- Finansial: biaya transportasi, biaya peluang.

- Akses informasi: mengenai vaksinasi, baik secara klinis maupun administrasi.

Upaya penjangkauan:

- Melakukan vaksinasi keliling atau dari rumah ke rumah.

Ilustrasi covid-19. (Foto: Shutterstock)

Baca juga: Dokter Tirta Bahas Mitos Sembuhkan Sariawan dengan Cabai atau Makanan Pedas 

2. Kelompok transpuan

Hambatan vaksinasi:

- Infrastruktur: diskriminasi masyarakat, sulit mendapatkan informasi.

- Administrasi: tidak punya NIK atau KTP.

- Finansial: transpuan yang ODHA perlu melampirkan hasil tes CD4 (membutuhkan biaya) untuk bisa divaksin.

Upaya penjangkauan:

- Mengadakan vaksinasi khusus transpuan dengan menggandeng organisasi komunitas.

- Meniadakan syarat NIK/KTP.

3. Kelompok orang dengan penyakit penyerta termasuk HIV/AIDS (ODHA)

Hambatan vaksinasi:

- Infrastruktur: minim jenis vaksin yang sesuai dan minim risiko KIPI.

- Sosial: kewajiban mengungkapkan status ODHA saat screening dapat menyurutkan niat mendapatkan vaksinasi karena stigma tinggi masyrakat, teman sejawat, atau nakes.

- Finansial: agar bisa divaksin, ODHA perlu melampirkan hasil tes CD4 (membutuhkan biaya) dan tidak bisa dilakukan di semua fasilitas kesehatan.

Upaya penjangkauan:

- Memperluas cakupan penyedia layanan vaksinasi ke RS dan klinik swasta untuk mempermudah akses.

- Memprioritaskan distribusi vaksin dengan efikasi tertinggi pada kelompok lansia dan berpenyakit penyerta.

- Mengadakan vaksinasi khusus bagi ODHA dengan menggandeng organisasi komunitas.

Baca juga: Lebih Baik Makan Pakai Tangan atau Sendok Sih? 

4. Kelompok masyarakat adat

Hambatan vaksinasi:

- Infrastruktur: jauhnya jarak layanan, transportasi yang tidak memadai atau mahal, rumitnya prosedur, serta minim pendampingan.

- Administrasi: tidak punya NIK atau KTP.

- Sosial: rasa enggan, curiga, dan tidak percaya terhadap kebijakan serta layanan pemerintahan termasuk vaksinasi.

- Bahasa: informasi seputar covid-19 dan vaksin tidak sampai atau tidak tersampaikan dengan efektif.

Upaya penjangkauan:

- Meniadakan syarat NIK atau KTP.

- Melibatkan organisasi masyarakat sipil atau tokoh kunci masyarakat adat setempat untuk edukasi awal dan melakukan penjangkauan khusus vaksinasi yang tidak memaksa masyarakat adat keluar daerahnya.

Baca juga: Viral Restoran Kebanjiran, Pengunjung Malah Makin Ramai dan Kegirangan 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini